Share

Remaja Lebih Gandrung Berbincang di Internet

Rachmatunnisa, Jurnalis · Senin 11 Januari 2010 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2010 01 11 55 292967 6SETGfzeEu.jpg (Foto: Ist)

LONDON - Generasi muda saat ini yang lebih gandrung berkomunikasi lewat internet dan pesan singkat diprediksi terancam kehilangan kemampuan berbahasa dan sulit mendapat pekerjaan. Berdasarkan survei, perbendaharaan kata yang mereka pakai setiap harinya hanya berisi sekira 800 kata.

Meski survei lain mengatakan bahwa rata-rata remaja mengenal sekira 40.000 kata setiap harinya, namun pada kenyataannya mereka cenderung lebih mengenal bahasa pergaulan yang dipakai dalam percakapan sehari-hari, melalui pesan singkat atau di situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, dan ruang mengobrol seperti MSN dan Yahoo Messenger.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Jean Gross dari Communication Champion for Children di Inggris yang mengadakan survei ini menyebutkan, keterbatasan kemampuan berbahasa dan perbendaharaan kata potensial berdampak buruk pada kesempatan mereka dalam mendapatkan pekerjaan.

"Remaja menghabiskan lebih banyak waktu berkomunikasi melalui media elektronik dan pesan instan yang cenderung pendek dan singkat," ujar Gross seperti dikutip dari Telegraph, Senin (11/1/2010).

"Kita perlu membantu remaja saat ini untuk mengerti perbedaan antara bahasa teks di media elektronik dengan bahasa formal yang mereka butuhkan saat memasuki dunia kerja. Hanya 800 kata tidak cukup membantu mereka mendapatkan pekerjaan," lanjut Gross.

Itu sebabnya, Gross berencana mengampanyekan hal ini di Inggris guna meyakinkan bahwa anak-anak dan remaja benar-benar menggunakan potensi bahasa mereka seutuhnya dimana pun mereka berada.

Dia berencana membuat video saat anak-anak menggunakan bahasa sehingga mereka bisa melihat sejauh mana kemampuan berbahasa mereka. Gross juga akan meminta para orangtua membatasi anak-anak menonton TV selama setengah jam per hari dan menggantinya dengan mengobrol secara akrab. Upaya ini diharapkan bisa menggali potensi anak-anak dalam berbahasa.

(rah)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini