Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Bangun Situation Room Presiden RI

Insaf Albert Tarigan, Jurnalis · Senin 12 Juli 2010 16:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 07 12 54 352125 8aWaTJahxE.jpg Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (foto: okezone)

JAKARTA - Dalam era teknologi informasi sekarang ini, masyarakat seluruh dunia dapat terkoneksi satu sama lain melalui jejaring digital tanpa sekat-sekat konvensional seperti di dunia nyata.

Selain itu, lalu lintas informasi bisa meluncur dengan cepat seolah-olah tanpa hambatan, baik melalui kantor berita maupun jejaring sosial yang memungkinkan setiap orang berbagi kabar hingga ke sudut terjauh di dunia.

Fenomena ini, seperti kata jurnalis senior The New York Times, Thomas L Friedman, telah memunculkan abad baru dimana dunia menjadi datar atau 'the world is flat'.

Pertanyaannya, sejauh mana sebenarnya kemajuan ini juga mempengaruhi dan mengubah proses pengambilan keputusan dalam sebuah negara seperti Indonesia? Mampukah, misalnya, teknologi menyajikan serangkaian data secara realtime sehingga akurasinya melampaui semua data yang disarikan dalam bentuk laporan kepada Presiden oleh bawahannya?

Seluruh pertanyaan itu kini dijawab oleh pemerintah dengan membangun stasiun monitoring seluruh wilayah Indonesia yang berpusat di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Fasilitas tersebut diberi nama Situational Room Presdien RI.

Agaknya tak berlebihan mengatakan, dengan keberadaan alat bantu yang ditopang teknologi canggih tersebut, kita sudah melangkah lebih maju dalam merespon perkembangan zaman.

Bayangkan, seorang kepala daerah melaporkan situasi keamanan di Ambalat melalui telepon kepada Presiden. Pada saat ia melapor, Presiden secara langsung dapat melihat kebenaran laporan bawahannya melalui layar monitor.

Dalam pemaparannya, Senin (12/7/2010) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jelas mengisyaratkan hal tersebut. Melalu fasilitas ini, katanya, pengambil keputusan mulai dari level tertingi yakni Presiden, bisa mendapatkan informasi aktual dalam bentuk ringkasan laporan media, laporan intelijen dan hasil pengawasan terhadap program tertentu.

Dengan demikian, Presiden bisa mengambil keputusan dengan tepat. Sekalipun misalnya, ia tengah berada di luar negeri atau dalam perjalanan. "Oleh karena itu, tidak perlu jadi isu politik, manakala Presiden sedang mengambil keputusan dalam perjalanan, di luar negeri," katanya.

"Demikian juga wakil presiden, gubernur, bupati atau walikota. Tidak boleh ada penundaan pengambilan keputusan dengan alasan pejabat tidak ada di tempat.”

Presiden optimistis, dengan fasilitas yang dirintis oleh Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto tersebut, akan membuat pemerintah berjalan lebih efektif.

"Ini sebuah controlling bagi saudara semua," paparnya lagi kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang hadir di Situation Room.

Ya, secara praktis, Presiden kini memiliki perangkat monitoring pelaksanaan arahannya oleh para menterinya. Contohnya, implementasi instruksi presiden nomor 1 tahun 2010 tentang percepatan prioritas pembangunan nasional, penyaluran Kredit Usaha Rakyat, isu-isu strategis dan bahkan perubahan iklim.

Ia juga bisa melihat langsung data prosentase penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS di seluruh provinsi. Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur, program nasional pemberdayaan masyarkat mandiri dan lain sebagainya.

"Dalam aplikasi yang lebih luas lagi, dalam keadaan emergency, fasilitas yang luas di Bina Graha ini telah kita fungsikan agar tidak ada yang idle di Istana ini," kata Presiden.

"Kita  juga telah lakukan pengambilan keputusan strategis dengan cara seperti ini, sehingga tidak meleset," tambah Presiden.

Ke depan, situation room juga bisa dimanfaatkan oleh kepala daerah sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Meski begitu, tidak semua informasi dapat disampaikan kepada masyarkat. Sebab, sebagian di antaranya merupakan rahasia negara seperti laporan intelijen.

"Kalau rahasia negara bocor itu bahaya untuk negara kita. Fasilitas seperti ini yang  kita butuhkan dalam suasana darurat, atau negara dalam keadaan berat," pungkas Presiden.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini