Nominal Pulsa Rp10.000 Kuasai 60% Penjualan

Stefanus Yugo Hindarto, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2010 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2010 07 16 324 353490 GoIfqrgeNI.jpg (foto: Google Image)

JAKARTA - Operator Telekomunikasi sebaiknya mengeluarkan nominal pulsa yang rendah, seperti di bawah Rp10 ribu. Saat ini jumlah penjualan pulsa nominal Rp5.000 hingga Rp10.000 menguasai sekira 60 persen penjualan pulsa.

 

Demikian dikatakan sekretaris jenderal Aspindo Andry Deswardi saat berbincang dengan wartawan usai munas dan deklarasi Asosiasi Server Pulsa Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta,Kamis (15/7/2010). Malam.

 

"Kalau ingin mendongkrak penjualan sebaiknya operator mengeluarkan lagi nominal di bawah Rp5.000 -Rp 10.000, dan itu semua dimakan pemain server pulsa" kata Andry.

 

Sebagai 'pemain' di server pulsa yang menyediakan perangkat server dan penjualan pulsa elektronik, Andry mengatakan, ke depannya bisnis pulsa ini sangat menjanjikan. "Bisnis ini sudah menjelma menjadi industri," kata Andry.

 

Dikatakan Andry, industri server dan penjualan pulsa ke agen-agen juga telah membuka peluang lapangan kerja baru di Indonesia, sehingga sudah saatnya pemerintah memperhatikan para pelaku industri. "Itulah sebabnya kami mendeklarasikan Aspindo," kata Andry.

 

Para pengusaha server pulsa membentuk Aspindo pada 15 Juli 2010. Melalui munas, terpilih Dwi Lesmana sebagai ketua umum dan Andry Deswardi sebagai Sekjen.

 

Untuk diketahui, pengusaha server pulsa merupakan pemilik perusahaan penyedia perangkat server pulsa dan software penjualan pulsa elektrik. Dalam jalur distribusi pulsa, umumnya mereka mengambil pulsa dari para dealer operator dan mendistribusikan kepada agen-agen. Satu pengusaha server pulsa bisa melayani sekira 20 ribu agen pengecer pulsa.

 

Berbicara mengenai bisnis server pulsa, saat ini Andry mengungkapkan bahwa industri ini sangat menjanjikan. Margin keuntungan yang didapat bisa mencapai sekira 1-3 persen dari omset penjualan.

 

"Omset yang di dapat per bulan mencapai Rp900 juta per bulan, itu pun jika kita ambil rata-rata 3.000 transaksi dengan nominal Rp10.000, dulu keuntungan bisa 4-5 persen dari omset tapi sekarang 1-3 persen," kata Andry.

 

Untuk mengawali bisnis server diperlukan biaya sekira Rp25 juta. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan perangkat server berikut software dan juga modal.

 

"Server bisa mencapai Rp 20 juta," katanya.

 

Peminat server pulsa ini kian meningkat, karena sistem yang diterapkan para pengusaha adalah one chip all operator. Dan ini sangat menguntungkan agen ritel karena mereka tak perlu repot-repot harus memiliki 11 ponsel sesuai jumlah operator untuk melayani konsumen.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini