LAPAN Bangun 48 Kincir Angin di Pantai Pandansimo

Daru Waskita, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2010 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2010 08 27 56 367309 K8uq1L2EaE.jpg

BANTUL - Pesisir Bantul terpilih sebagai lokasi pembangunan kincir angin, tepatnya di Pantai Pandansimo, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kincir sebanyak 48 buah itu ditargetkan selesai pada bulan Desember 2010.

Selain menyediakan energi alternatif, pembangunan kincir angin ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda Bantul untuk lebih melek teknologi.

"Mereka, terutama bagi anak sekolah, akan lebih termotivasi mempelajari bidang teknologi yang manfaatnya dapat diterapkan bagi kemajuan pembangunan daerah di Kabupaten Bantul," kata Profesor Samsa kepala tim dari Kementrian Riset dan Teknologi (Ristek), di ruang kerja Bupati Bantul, Yogyakarta, Jumat (27/8/2010). Samsa  mengungkapkan hal ini kepada Bupati Bantul Hj, Sri Suryawidati didampingi oleh tim dari Universitas Islam Indonesia (UII).

Menurut Samsa, dipilihnya Bantul sebagai lokasi penerapan teknologi kincir angin berbasis pesisir ini diharapkan dapat lebih menarik minat generasi dan anak sekolah untuk lebih senang mempelajari teknologi. Sehingga nantinya Bantul akan dapat mencetak lebih banyak lagi para ahli di bidang teknologi yang dapat memberikan manfaat lebih besar guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita berharap Bantul akan dapat mencetak lebih banyak lagi para ahli di bidang teknologi," tandasnya.

Penerapan teknologi ini, kata Samsa, diharapkan pula akan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif. Rencananya setiap daerah wisata akan dilengkapi dengan pojok teknologi yang dilengkapi segala seluk beluknya, sehingga akan menarik para wisatawan untuk mengetahui lebih jauh teknologi tersebut.

"Ini juga akan menjadi potensi wisata, selain wisata yang ada dilaut," paparnya

Bupati Bantul Hj. Sri Suryawidati dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada tim, terutama dari Kementerian Ristek yang telah memberikan kepercayaanyan bahwa wilayah Bantul menjadi ajang pengembanagn teknologi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas ini.

"Hal ini tentunya akan menjadi lebih melengkapi Bantul karena Bantul saat ini termasuk sebagai salah satu penerima anugrah IPTEK tahun 2010 tingkat nasional," katanya

Dalam kunjungan tersebut salah satu tim juga menyampaikan bahwa saat ini  Bantul diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan model rumah tahan gempa yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pandak. Model rumah tersebut dapat dibangun dengan bahan bekas bangunan berbiaya sangat murah yaitu sekira Rp1 juta per meter persegi. Rencana ini nantinya juga akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada para tukang bangunan se Bantul.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini