Adopsi Wi-Fi Sektor Konsumsi Meningkat Pesat

Senin 08 November 2010 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 08 54 390854 mlIEqezWN5.jpg

INSTALASI peralatan jaringan nirkabel Wi-Fi (wireless fidelity) pada saat ini memang lebih banyak dilakukan sektor bisnis. Namun begitu, firma riset Strategy Analytics Inc meyakini, adopsi Wi-Fi di sektor konsumsi ternyata menjanjikan pertumbuhan tidak kalah tinggi.

Alasannya, Strategy Analytics menjelaskan, Wi-Fi akan semakin banyak pula digunakan pada alat elektronik rumah tangga seperti televisi dan Blu-ray player. Strategy Analytics memperkirakan, pada 2014 penduduk dunia akan menggunakan 2,6 miliar unit alat elektronik konsumsi, dalam berbagai bentuk, yang dilengkapi teknologi Wi-Fi.

"Teknologi internet seluler 3G (generasi ketiga) dan 4G (generasi keempat) memang bertumbuh subur. Namun begitu,Wi-Fi akan mendominasi ruang-ruang keluarga di dunia pada 2014 karena jaringan Wi-Fi menawarkan fungsi lebih banyak daripada 3G atau 4G, terutama untuk berbagi konten multimedia di rumah," ujar Director Connected Home Device Service Strategy Analytics Inc Peter King.

Firma riset Dell’Oro Group menambahkan, pendapatan global WLAN (wireless local area network) pada 2010 akan sanggup menembus USD5,5 miliar. Artinya, pasar tersebut akan mampu menumbangkan rekor pendapatan tertinggi yang diraih pada 2008, sebelum dunia dilanda krisis finansial.

"Pada 2009, belanja peralatan jaringan WLAN melemah akibat krisis.Tetapi ketika kepercayaan terhadap kondisi perekonomian sudah memulih pada 2010, maka kami memperkirakan konsumen dan perusahaan akan kembali berbelanja peralatan jaringan WLAN," ujar Senior Analyst Wireless LAN Research Dell’Oro Group Loren Shalinsky. Dell’Oro mencermati, pasar global WLAN sesungguhnya sudah menunjukkan indikasi pemulihan pada kuartal keempat (Oktober- Desember) 2009.

Sebab pada periode tersebut, volume penjualan global peralatan jaringan WLAN mampu menembus rekor tertinggi dalam sejarah, yaitu 18 juta unit per kuartal. Akan tetapi,Dell’Oro menegaskan, tanda pemulihan itu masih lemah karena kuartal keempat secara tradisional adalah musim belanja besar-besaran dan para produsen pun menggelontorkan diskon serta promosi besar-besaran untuk mendongkrak volume penjualan. Dell’Oro menambahkan, indikasi pemulihan pasar global peralatan jaringan WLAN menjadi semakin kuat ketika pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2010 pasar tersebut kembali meraih pertumbuhan pendapatan, yaitu 20 persen per tahun.

"Pada kuartal pertama, pendapatan global pasar peralatan jaringan WLAN umumnya mencapai titik terendah, seperti yang sudah kami pantau sejak 2002. Tetapi khusus untuk kuartal pertama 2010, pendapatan global industri tersebut ternyata meningkat pesat," papar Shalinsky. Karena yakin pasar global peralatan jaringan WLAN sudah memulih, Dell’Oro memperkirakan, industri tersebut akan terus bertumbuh pesat hingga lima tahun mendatang. Dell’Oro memprediksi, pendapatan global pasar peralatan jaringan WLAN akan sanggup menembus USD7 miliar pada 2014.

"Pasar peralatan jaringan WLAN global akan terus bertumbuh pesat karena konsumen semakin agresif membeli alat-alat elektronik yang memerlukan akses Wi- Fi seperti netbook, e-reader, smartphone, dan komputer tablet," tandas Shalinsky. Dell’Oro menambahkan pula, industri WLAN mampu meraih rekor pendapatan global pada kuartal kedua (April-Juni) 2010, dengan pertumbuhan 28 persen per tahun.

"Pendorong utama pertumbuhan ini adalah SOHO (small office/home office). Di sektor SOHO, volume penjualan global router WLAN akan meningkat sekitar 15 persen pada 2010, dibandingkan pada 2009," tutur Shalinsky. Survei firma riset The NPD Group Inc mengungkap pula,Wi-Fi pada saat ini menjadi kebutuhan semakin penting bagi konsumen, terutama bagi kelompok usia muda.

Sebagai contoh, NPD menemukan, kaum muda pada saat ini menganggap fitur sebuah printer belum lengkap apabila printer tersebut tidak dilengkapi konektivitas nirkabel Wi-Fi. NPD menjelaskan, lebih dari 50 persen responden yang berusia 18 tahun hingga 34 tahun pada saat ini mendambakan sebuah printer nirkabel. Dibandingkan printer yang mengandalkan konektivitas kabel, printer nirkabel memang lebih mahal. Namun begitu,NPD menemukan, konsumen rupanya tidak terlalu peduli terhadap harga.

"Para produsen printer sangat diuntungkan oleh printer nirkabel. Penyebabnya, konsumen ternyata bersedia membayar sedikit lebih mahal untuk membeli printer nirkabel," ujar Vice President Industry Analysis The NPD Group Inc Stephen Baker. Tidak hanya printer, sistem audio juga semakin memerlukan dukungan Wi-Fi.Survei firma riset ABI Research Inc menemukan, konsumen pada saat ini sudah menganggap kuno sebuah sistem audio jika sistem audio itu tidak dilengkapi fitur jaringan.

"Alat-alat audio seperti CD player,amplifier,equalizer,dan bahkan turntable adalah benda antik jika tidak dilengkapi teknologi jaringan kabel Ethernet, atau pun teknologi jaringan nirkabel Wi-Fi," ujar Practice Director ABI Research Inc Jason Blackwell. ABI Research menyebut sistem audio berteknologi jaringan sebagai networked audio device (NAD).

ABI Research memperkirakan, pendapatan pasar global NAD akan mencapai lebih dari USD10 miliar pada 2015, alias bertumbuh rata-rata 32 persen per tahun mulai 2009 hingga 2015. Di antara dua tipe utama NAD, yakni NAD yang mengandalkan teknologi jaringan kabel Ethernet dan NAD yang mengandalkan teknologi jaringan nirkabel Wi-Fi, ABI Research memprediksi produk yang diperkirakan bertumbuh paling pesat hingga 2015 adalah NAD Wi-Fi. (Koran SI/ Ahmad Fauzi)

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini