2020, Layanan Data Melonjak 73%

Ahmad Taufiqurrakhman, Jurnalis · Jum'at 12 November 2010 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 12 54 392657 R5wH7u8uBV.JPG foto: Ajay Ranjan Mishra (dok okezone)

JAKARTA - Nokia Siemens Networks (NSN) memprediksi bahwa pada tahun 2020, bisnis di industri telekomunikasi akan sangat berubah

Layanan-layanan dasar kini menjadi barang komoditas, perusahaan yang bergerak di bidang piranti dan internet mendominasi. Dengan meningkatnya persaingan dari para pemain TI, kemudian akan berkembang model utilitas, yang memiliki interaksi dengan pelanggan yang sangat minimal.

"Tahun 2020 kami perkirakan bahwa tiga jenis bisnis, yakni: Layanan, Koneksi dan Layanan Koneksi akan dipisah secara penuh," ujar Ajay Ranjan Mishra, Global Head of Industry Enviroment - 

India & Emerging Markets dari Nokia Siemens Networks, pada presentasinya di Four Season Hotel, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Ajay menyebutkan bahwa tahun 2020 nanti diramalkan bahwa bisnis data akan meningkat hingga mencapai angka 73 persen, tidak seperti tahun 2010 yang mana bisnis telekomunikasi masih dikuasai bisnis suara (voice) yakni sebesar 85 persen.

NSN mengklaim bahwa ,mereka kini berada di lini depan dalam transformasi industri telekomunikasi dunia, yang kini memiliki jaringan global dengan tenaga Riset dan Pengembangan (R&D) yang banyak. Selain itu NSN meiliki lokasi pengembangan utama di Eropa, Amerika, Cina dan Asia Pasifik, juga memiliki orientasi menyeluruh dengan Nokia.

"Nokia dan NSN merupakan pemimpin dalam riset teknologi LTE, menempati urutan pertama untuk paten yang sudah diterbitkan. Urutan presentasenya NSN & Nokia (57 persen), Ericsson (12 persen), Qualcomm (8 persen), Sony (8 persen), Nortel (7 persen), One Family (6 persen), LG (3 persen) dan Interdigital (2 persen). Selain itu, Nokia, termasuk NSN kini menduduki peringkat ketiga dunia dalam hal belanja R&D dan urutan pertama dalam hal belanja riset komputasi dan elektronik," kata Ajay Ranjan Mishra.

Riset yang dilakukan NSN meliputi riset untuk berbagai standar, teknologi hardware, teknologi software, arsitektur, fitur baru dan lain. Sementara untuk prioritas riset, Ajay Ranjan Mishra mengatakan bahwa NSN akan memprioritaskan 20 persen untuk riset jangka panjang (untuk radio kognitif, internet masa depan), 70 persen untuk riset strategi (HSPA, LTE, jaringan IP, dll.) dan 10 persen untuk riset dukungan bisnis (konsultasi teknologi dan keamanan audit).

Kini Nokia Siemens Networks memiliki lebih dari 350 tenaga riset di seluruh dunia, yang bekerjasama dengan riset Nokia. Selain itu, Nokia Siemens Networks juga memiliki beragam kerangka kerjasama, seperti dengan Celtic Telecommunication Solutions, Seventh Framerwork Programme, Future Mobile Communication Forum, dan lain-lain.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini