Share

Investasi LTE Siap Melambung

Koran SI, Jurnalis · Sabtu 13 November 2010 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 13 54 392914 5bmwuRd18d.jpg

JAKARTA -  Pada 2015 akan terdapat 600.000 unit base station LTE di dunia. Pada saat yang sama, base station WiMAX diperkirakan hanya berjumlah antara 69.000 unit hingga 90.000 unit.

Firma riset ABI Research Inc memperkirakan, para operator seluler di dunia akan menanam investasi lebih dari USD1 miliar untuk membangun jaringan seluler 4G (generasi keempat) berteknologi long term evolution(LTE) pada 2011. "Investasi LTE di dunia akan terus meningkat hingga 2015, di mana di dunia akan terdapat lebih dari 600.000 unit base station yang akan dioperasikan para operator seluler," ujar Vice President ABI Research Inc Jake Saunders.

Di pasar infrastruktur seluler 4G, LTE bertarung dengan teknologi worldwide interoperability for microwave access (WiMAX)). ABI Research mempercayai, penggunaan LTE di dunia akan jauh melampaui WiMAX pada 2015. Sebab, ABI Research menjelaskan, instalasi base station WiMAX di dunia pada 2015 hanya akan mencapai antara 69.000 unit hingga 90.000 unit, yang sangat kontras dengan instalasi 600.000 unit base stationpada saat yang sama.

Selaras dengan perkiraan ABI Research, firma riset International Data Corp (IDC) memperkirakan, belanja peralatan LTE di dunia akan melampaui WiMAX pada 2011. IDC menjelaskan, LTE semakin populer karena mendapatkan dukungan lebih dari 100 operator seluler di dunia, termasuk sembilan dari sepuluh operator seluler terbesar di dunia. "Dunia condong ke standar LTE karena LTE menjanjikan kecepatan dan kapasitas lebih besar daripada WiMAX, guna mengimbangi lonjakan pertumbuhan lalu lintas data seluler. LTE pun menjadi bagian penting dalam upaya operator menyajikan layanan yang lebih hemat biaya sekaligus andal," ujar Research Manager Wireless and Mobile Infrastructure IDC Godfrey Chua.

ABI Research menambahkan, pengguna WiMAX di dunia akan mencapai sekitar 59 juta orang pada 2015.Kendati sepintas angka 59 juta pelanggan terlihat besar, ABI Research menilai,tingkat pertumbuhan adopsi WiMAX tersebut ternyata jauh lebih rendah daripada perkiraan.

"Pertumbuhan WiMAX tidak terjadi secepat harapan kami pada beberapa tahun silam," ujar Research Analyst ABI Research Inc Xavier Ortiz.

ABI Research menjelaskan, pertumbuhan adopsi WiMAX tersendat bukan karena faktor teknologi. Namun,ABI Research menegaskan, pengganjal utama pertumbuhan adopsi WiMAX sesungguhnya faktor ekonomi dan psikologi. "Investor masih cemas dunia akan kembali dilanda resesi seperti yang terjadi pada 2009. Karena itu,investor menunda investasi pada pembangunan infrastruktur WiMAX. Akibatnya, layanan WiMAX tidak kunjung tiba untuk konsumen," kata Ortiz. ABI Research mengakui,posisi WiMAX pada saat ini memang semakin terdesak oleh LTE.

Salah satu contoh paling nyata adalah operator seluler Rusia Yota Ltd sudah meninggalkan WiMAX dan beralih ke LTE.ABI Research mencermati, Yota sudah lama menawarkan layanan seluler 4G WiMAX di Rusia.

Namun setelah LTE hadir,Yota pun meninggalkan WiMAX. Terbukti, Yota menggunakan teknologi LTE, bukan WiMAX,di 15 kota besar di Rusia, yang membentang mulai Moskow hingga St Petersburg. Pembangunan jaringan LTE Yota tersebut diperkirakan selesai pada 2011. "Langkah Yota ini merupakan pertanda awal bahwa WiMAX mulai ditinggalkan.Akibatnya, masa depan WiMAX pun kini menjadi tanda tanya besar," ujar Practice Director ABI Research Inc Philip Solis.

ABI Research menilai, ancaman terbesar atas WiMAX pada saat ini datang dari teknologi LTE tipe TD-LTE (Time-Division Duplex Long Term Evolution),yang sedang dikembangkan Qualcomm Inc, Huawei Technologies Co Ltd, dan ZTE Corp. ABI Research menjelaskan, TD-LTE berisiko besar mematikan WiMAX karena TD-LTE dapat beroperasi pada bandwidth yang sama dengan jaringan WiMAX yang sudah ada. Alhasil, para operator WiMAX pun menjadi lebih mudah berpindah kepada LTE, melalui teknologi TD-LTE.

"Meski demikian, teknologi TD-LTE masih berada dalam tahap pengembangan. Tetapi jika TDLTE terbukti sukses, maka sejumlah operator WiMAX tidak lagi menahan diri untuk berpindah ke LTE," tandas Khanna.

Akan tetapi,ABI Research meyakini, sebagian besar infrastruktur WiMAX akan dapat diubah menjadi TD-LTE melalui proses upgrade, bukan penggantian,jika operator menghendaki. Kubu WiMAX dan LTE bertarung sengit memenangi standar teknologi 4G karena layanan 4G menjanjikan pendapatan luar biasa besar.

ABI Research memperkirakan, layanan 4G akan menghasilkan pendapatan global paling sedikit USD70 miliar pada 2014. Tetapi di tengah penyusutan potensi WiMAX,ABI Research menegaskan, pasar infrastruktur jaringan WiMAX akan tetap diwarnai persaingan sengit di antara produsen.ABI Research mencatat, pasar global infrastruktur jaringan WiMAX pada 2009 didominasi oleh Alvarion Ltd.

Meski demikian,ABI Research memperingatkan, dominasi Alvarion belum aman karena Samsung Electronics Co Ltd mampu menempel ketat pada posisi kedua. Selanjutnya, Nokia Siemens Networks (NSN) menempati posisi ketiga, Huawei pada posisi keempat, dan ZTE menduduki posisi kelima.   

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini