Cara Jaringan Bantu Smartphone Bekerja Lebih Cepat

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2010 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 09 54 401825 lSaM1Q5Hqc.jpg iPhone 4

JAKARTA - Nokia Siemens Networks mengungkapkan bahwa software iPhone terbaru dari Apple mendukung fitur-fitur jaringan untuk mengurangi pensinyalan ponsel cerdas dan kemacetan jaringan.

Pengujian oleh Nokia Siemens Networks menunjukkan bahwa software iPhone terbaru mendukung Network Controlled Fast Dormancy. Dengan fitur ini, jaringan dan handset bekerja sama untuk menciptakan kondisi-kondisi terbaik agar ponsel cerdas dapat bekerja dengan cepat, namun memiliki daya tahan baterai yang panjang dan mengurangi kemacetan jaringan.

Network Controlled Fast Dormancy juga didukung oleh rilis software broadband bergerak terbaru dari Nokia Siemens Networks (RU20). Pengujian mengindikasikan bahwa kedua rilis tersebut kompatibel.

Network Controlled Fast Dormancy sangat membantu dalam mengatasi kemacetan jaringan yang disebabkan oleh ponsel cerdas.

Masalahnya terletak pada besarnya pensinyalan yang dihasilkan oleh ponsel cerdas, hingga 8 kali pensinyalan laptop yang menggunakan dongle. Ketika tidak digunakan untuk beberapa saat, ponsel cerdas akan masuk ke kondisi Idle. Untuk ‘membangunkan’ kembali ponsel cerdas diperlukan sekitar 30 pertukaran sinyal dengan jaringan sampai ponsel cerdas tersebut bisa digunakan.

Pensinyalan ini memerlukan waktu, hingga 2 detik, sehingga untuk menghindari keterlambatan yang membuat pengguna frustrasi, beberapa jaringan menjaga agar ponsel cerdas tersebut tetap dalam mode Active untuk mengurangi waktu respon. Namun hal ini membuat baterai boros, sehingga produsen handset mengembangkan software Fast Dormancy yang mengembalikan ponsel cerdas ke kondisi Idle yang hemat baterai dengan sangat cepat.

Masalahnya adalah banyak aplikasi ponsel cerdas diset untuk terkoneksi ke jaringan setiap beberapa detik, seperti untuk aplikasi email yang mengecek pesan-pesan baru. Pensinyalan meningkat ketika ponsel cerdas tersebut sering berubah dari satu kondisi ke kondisi lain dan hal ini menghabiskan kapasitas jaringan, sehingga kadang-kadang membuat ponsel lain tidak dapat melakukan panggilan.

Nokia Siemens Networks mengatasi masalah ini dengan pendekatan berbeda. Alih-alih dijaga dalam kondisi ‘idle’, handset dipertahakankan dalam satu kondisi lain yang disebut Cell_PHC. Kondisi ini tidak menggunakan baterai lebih banyak dari kondisi Idle dan hanya memerlukan antara 3 hingga 12 sinyal untuk berpindah ke kondisi Active untuk mengirim data. Lebih sedikit sinyal berarti keterlambatan bagi pengguna dipangkas menjadi setengah detik, kemacetan jaringan dihilangkan dan baterai ponsel pintar tahan lebih lama.

Network Controlled Fast Dormancy membantu handset menggunakan Cell_PCH atau Fast Dormancy, tergantung pada jaringan, untuk memaksimalkan daya tahan

Baterai dan meminimalkan pensinyalan. Nokia mengimplementasikan fitur yang sama dalam ponsel cerdasnya pada Kuartal II 2010. Rilis software baru dari Apple merupakan upaya besar lain yang dilakukan oleh industri untuk mengurangi trafik pensinyalan dalam jaringan, yang merupakan berita baik bagi operator.

Nokia dan Apple mengirim setengah dari seluruh ponsel cerdas di dunia, yang semuanya ini memberi kontribusi bagi pengalaman pengguna yang lebih baik dan pengurangan biaya bagi operator. Nokia Siemens Networks merupakan satu-satunya vendor yang mendukung Cell_PCH dalam jaringan komersial yang saat ini beroperasi.

Nokia Siemens Networks juga mengelola Radio Network Controllers (RNCs), yang mengelola koneksi dan mobilitas data, secara efisien, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya overload jaringan dan pengalaman pengguna yang buruk.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini