Rp1,5 Triliun untuk Tingkatkan Kualitas Siaran TVRI

Stefanus Yugo Hindarto, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2010 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 21 54 405824 L5FUv5mKOf.jpg TVRI (foto: ist)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) TVRI Imas Sunarya menyatakan bahwa diperlukan dana sekira Rp1,5 triliun per tahun untuk meningkatkan kualitas siaran TVRI.

Hal itu disampaikan Imas dalam sambutannya saat peresmian pemancar siaran televisi digital TVRI di gedung Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Menurutnya, setiap tahun TVRI Menghabiskan anggaran sekira Rp576 miliar.

Menimpali pernyataan tersebut, dalam sambutan di acara yang sama, Presiden SBY menjawab bahwa dirinya sangat peduli dengan keberlangsungan dan peningkatan kualitas siaran TVRI.

"Soal biaya, terus terang, saya sebagai presiden tidak pegang uang. Tapi saya peduli pastinya." ujar SBY.

TVRI saat ini sedang dalam tahap pemindahan teknologi penyiaran, dari analog ke digital. Siaran televisi digital ini akan menjadi standar baru siaran televisi secara global. Digitalisasi siaran televisi indonesia ini bahkan lebih awal dari pada yang diterapkan oleh pemerintah dan kalangan industri pertelevisian Amerika Serikat yang menurut rencana baru akan dimulai tahun 2011.

Siaran televisi digital ini menggantikan teknologi analog yang selama ini digunakan di Indonesia, yang keunggulannnya tak hanya pada kualitas gambar tapi juga pada kemampuannya yang mobile. Artinya televisi tak hanya statis diakses dan disaksikan di rumah, perkantoran, atau tempat umum lainnya yang dipasang secara permanen, tetapi juga dapat diakses dalam posisi bergerak di perangkat seluler ataupun perangkat televisi yang dipasang di mobil sekalipun dengan kualitas yang jernih Siaran televisi digital ini menggantikan teknologi analog.

Menurut data Nielsen di awal 2010, sekira 92 persen masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dinilai siap menerima siaran digital. Seperti diketahui pada tahun 2010 ini merupakan siaran pertama perpaduan antara analog dengan digital untuk memulai tahapan awal migrasi ke TV Digital.

Pemerintah memang telah lama mengupayakan siaran televisi digital. Diharapkan siaran televisi digital ini akan mulai diimplementasikan secara penuh pada 2018. Oleh karena itu ada beberapa tahap yang harus dilakukan menuju implementasi siaran digital. Tahap pertama adalah periode 2010-2014 berupa siaran simulcast yaitu siaran berbarengan antara analog dan digital. Pada tahun 2014-2017, sejumlah siaran analog di beberapa wilayah akan dimatikan sebagian. Setelah 2017, seluruh siaran analog nantinya akan dimatikan.igitalisasi siaran televisi indonesia ini bahkan lebih awal dari pada yang diterapkan oleh pemerintah dan kalangan industri pertelevisian Amerika Serikat (AS) yang menurut rencana baru akan dimulai tahun 2011.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini