Google Earth Temukan Situs Arkeologi di Arab

Sarie , Jurnalis · Senin 07 Februari 2011 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 06 56 421878 rkoWCjR7bm.jpg Arab Saudi dalam tampilan Google Earth (foto: picasa)

SYDNEY - Seorang arkeolog berhasil mengidentifikasikan hampir 2.000 situs peninggalan bersejarah di Arab Saudi hanya dengan menggunakan Google Earth.

Dilansir melalui Telegraph, Senin (7/2/2011), Profesor sejarah dari University of Western Australia, David kennedy, mengaku tidak pernah berkunjung ke Arab Saudi. Namun hanya dengan mengandalkan peta satelit Google Earth ia telah menunjukkan sekira 1.977 wilayah yang berpotensi memiliki situs arkeologi, termasuk 1.082 artefak batu berbentuk air mata.

"Saya belum pernah ke Arab Saudi. Negara itu tidak mudah untuk dimasuki," ujar Dr. Kennedy.

Dr Kennedy mengaku telah memverifikasi gambar yang menunjukkan situs arkeologi aktual dengan meminta seorang teman yang bekerja di Kerajaan untuk memotret lokasi yang dimaksud.

Penggunaan pencitraan satelit telah banyak digunakan di Inggris untuk mencari situs peninggalan zaman Romawi di Inggris dan juga sejarah Nazca di Peru dan reruntuhan Maya di Belize.

Tapi beberapa arkeolog telah diberi akses ke Arab Saudi, yang telah lama bermusuhan dengan disiplin. Ulama garis keras dalam kerajaan khawatir dengan adanya kemungkinan para arkeolog memusatkan perhatian pada peradaban yang ada dan berkembang sebelum munculnya Islam. Dengan demikian, dalam jangka panjang, penelitian arkeolog tersebut dikhawatirkan akan merusak agama negara.

Pada tahun 1994, sebuah dewan ulama Saudi dilaporkan telah mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa melestarikan situs sejarah 'bisa mengarah pada politeisme dan penyembahan berhala'. Kedua hal itu dapat mengakibatkan hukuman mati di bawah hukum kerajaan Arab..

Penguasa Arab Saudi, dalam beberapa tahun terakhir, memperbolehkan arkeolog untuk menggali beberapa situs, termasuk reruntuhan spektakuler situs Maiden Saleh, yang tidak banyak diketahui orang. Maiden Saleh terdiri dari 2.000 kota tua yang menandai kekuatan peradaban Nabataean.

Namun sayang, sebagian besar akses ke situs-situs kuno sangat dibatasi oleh pemerintah Arab.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini