Share

2011, XL Alokasi USD150 Juta untuk Layanan Data

Defanie Arianti, Jurnalis · Senin 28 Maret 2011 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 28 54 439769 GY6QEJSiZn.jpg Kantor XL

JAKARTA - Guna meningkatkan revenue data menjadi 10 persen di akhir 2011, provider telekomunikasi XL Axiata berkomitmen menginvestasikan 30 persen dari capital expenditure (capex) mereka untuk layanan data.

 

Itu diungkapkan Ongki Kurniawan selaku Senior Vice President XL Axiata kala ditemui di Euphoria Lounge Menara Prima, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2011).

 

"Kami berhasil meningkatkan pendapatan data menjadi 7 persen pada 2010, setelah mencapai angka 4 persen di tahun 2009. Tahun ini, target kami adalah 9 hingga 10 persen," cetusnya.

 

Untuk itu, XL pun bertekad melakukan investasi besar-besaran untuk peningkatan layanan data mereka. "Kami akan mengalokasikan 30 persen dari total capex perusahaan senilai USD500 juta untuk keperluan layanan data. Untuk ke depannya, kami pun berharap bisa lebih agresif dalam menyediakan layanan data kepada pelanggan," lanjut Ongki.

 

Ini artinya, perusahaan telekomunikasi tersebut akan menggelontorkan sekira USD150 juta untuk meningkatkan mutu layanan data mereka.

 

Selain investasi yang cukup besar, Ongki menambahkan, XL juga mengupayakan sejumlah strategi untuk mendorong agar lebih banyak pelanggan yang mengakses data, terutama mereka yang belum mengaktifkan layanan GPRS atau bahkan belum memiliki ponsel dengan jaringan 3G.

 

"Untuk mereka yang memiliki ponsel 3G tapi belum mengaktifkan GPRS, kami harus mengupayakan agar proses aktivasi mereka lebih mudah. Sudah ada upaya yang kami lakukan untuk mengatasi ini, salah satunya melalui aktivasi Over The Air (OTA)," jelas Ongki lagi.

 

"Sedangkan, untuk mereka yang ponselnya belum memiliki GPRS, mungkin sedikit lebih berat. Kami harus mencari cara untuk membantu mereka dengan solusi yang murah, agar mereka bisa beralih ke ponsel 3G. Caranya adalah dengan mengupayakan bundling handset murah," imbuhnya.

 

"Dari segi konten, ada dua hal yang bisa diupayakan. Pertama, dari konten standar seperti RBT (ring back tone), voice atau SMS premium. Kami harus mencari cara bagaimana mengembangkan lebih banyak merchant, dari 200 ke 20 ribu, 200 ribu dan seterusnya," cetusnya.

 

"Kedua, untuk hal-hal baru seperti m-banking ataupun m-payment, kami memang masih di tahap penjajakan. Tapi, kami melihat ini sebagai peluang yang besar sekali di masa mendatang, di mana kami bisa merambah periklanan, e-commerce dan lain-lain," tandas Ongki.

(van)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini