ARM Diprediksi Kuasai 13% Pasar PC

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Jum'at 06 Mei 2011 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 06 324 453928 2QGKf0CThn.jpg

NEW YORK - Prosesor ARM diprediksi bakal sukses menguasai pasar chip komputer PC hingga 13 persen hingga tahun 2015 mendatang.

Prediksi ini berdasarkan analis IDC Shane Rau, yang memproyeksi ini didasarkan terutama pada chip yang dirancang khusus untuk ruang PC dan tidak termasuk tablet.

Rau juga memprediksi bahwa ini akan dipengaruhi oleh keputusan Microsoft untuk kode versi ARM-friendly dari Windows 8.

Ditambahkan, Maret ARM tampaknya tak terbendung ke wilayah x86, yang tentunya menimbulkan bahaya yang jelas dan hadir untuk baik bagi Intel dan AMD. Demikian yang dilansir TG Daily, Jumat (6/5/2011).

Memang, pejabat eksekutif ARM James Bruce baru-baru ini mengatakan kepada TG Daily bahwa Nvidia's Project Denver dan dukungan Microsoft untuk prosesor berbasis RISC mengirimkan "pesan kuat" bagi industri tentang masa depan arsitektur ARM.

Namun, Bruce menekankan PC x86 tidak mungkin hilang dalam waktu dekat, sebagai chip ARM akan (setidaknya pada awalnya) membantu memfasilitasi terciptanya smartphone generasi baru nan kuat dan tentu saja bagi tablet.

"Industri sekarang menyadari Anda tidak bisa hanya terus mengisap daya, baik dari perspektif lingkungan hijau. Dan itulah sebabnya kami bekerja dengan para mitra untuk mengintegrasikan chip ARM ke server," katanya.

Sementara itu, dominasi ARM di pasar ponsel tidak mungkin akan menantang dalam waktu dekat, meskipun Intel sudah mengadopsi teknologi manufaktur 22-nanometer.

"Kami tidak percaya bahwa teknologi 22nm baru akan mempercepat penawaran Intel dalam jangka menengah vis-à-vis ARM dalam ruang ultra-mobile," berpendapat analis Bernstein Research Stacy Rasgon dalam catatan yang diperoleh investor MarketWatch.

"Sementara 22-nanometer akhirnya dapat membuat Intel ARM vs kompetitif di bagian depan kekuasaan, kami akan terus berharap solusi Atom berbasis 22-nanometer mungkin di paruh kedua tahun depan. Sementara itu, penyedia ARM terus naik untuk mereka lereng kinerja sendiri.," katanya.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini