nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepak Terjangnya Dipertanyakan, Ini Jawaban IDTUG

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Senin 09 Mei 2011 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 05 09 54 454848 QBEVVi6PdX.jpg

JAKARTA - Beberapa waktu lalu sejumlah pengamat dan lembaga swadaya masyrakat mempertanyakan mengenai sepak terjang IDTUG, yang secara kebetulan ketuanya Nurul Yakin Setiabudi terpilih sebagai anggota baru Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI). Melihat pemberitaan tersebut, IDTUG merasa telah dideskriditkan oleh pihak-pihak tertentu.

Melihat hal tersebut, IDTUG mengirimkan press release kepada okezone sebagai bentuk hak jawab mereka. Ada beberapa penjelasan yang disampaikan IDTUG melalui surat elektronik, yang dikutip Senin (9/5/2011).

"Sebagai lembaga, IDTUG di deklarasikan pada Tgl 18 Agustus 2004, di Jakarta, sedangkan sebagai badan hukum. Yayasan Kelompok Pengguna Jasa dan Sarana Telekomunikasi Indonesia (IDTUG) didirikan berdasarkan Akta Pendirian nomor 05 tanggal 04-10-2006, yang dibuat dihadapan Imam Cahyono, SH, Notaris di Depok," tulis surat tersebut.

Sementara itu, akte perubahan terakhir IDTUG tertulis Nomor 205 tanggal 12-02-2010, dibuat dihadapan Gunawan Budilaksono, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Bekasi.

 

"Selama kurun waktu 2004-2011, IDTUG mulai melakukan fungsi kontrolnya terhadap

penyelenggaraan layanan jasa operator telekomunikasi maupun regulasi yang ada untuk kemajuan

industri telekomunikasi di Indonesia secara ketat dan berimbang," kata surat yang ditanda tangani oleh Sekretaris Jendral IDTUG Muhama Jumaidi.

Bebepa aktifitas telah dilakukan oleh IDTUG selama tahun 2004 sampai 2011 tersebut, diantaranya menilai pentingnya pen-tera-an billing system. IDTUG juga terus mendesak operator untuk menerapkan tarif pungut ke pelanggan secara wajar dan tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi seiring dengan implementasi tarif interkoneksi secara intensif mulai 1 Januari 2007 setelah Ditjen Postel bersama sejumlah operator telekomunikasi menyelesaikan pembahasan akhir masalah interkoneksi tersebut.

IDTUG juga mempermasalahkan operator yang sering membagi-bagikan data pelanggan kepada pihakketiga seperti bank, lembaga penyedia kartu kredit, asuransi, dan lainnya karena merugikan

pelanggan telekomunikasi. Hal tersebut tentunya akan mengganggu kepentingan pelanggan karena iklan-iklan spam yang marak melalui pesan layanan singkat dari pihak ketiga tersebut.

IDTUG menambahkan bahwa akibatnya bisa lebih luas lagi bila pihak ketiga tersebut pada akhirnya

membagi atau menjual nomor-nomor pelanggan seluler ke pihak lainnya yang tidak bertanggung

jawab dan bisa digunakan untuk kejahatan.

Tahun 2008, IDTUG menegaskan bahwa seharusnya operator menerapkan tarif yang sama sejak

menit pertama sehingga pengguna telekomunikasi tidak dirugikan oleh informasi yang kurang

lengkap. IDTUG juga menyoroti mengenai tarif lokal sejumlah operator seluler yang tidak turun

seiring dengan penurunan tarif interkoneksi.

Disamping itu IDTUG Berperan aktif dalam bekerja sama dengan KPPU (Komisi Pengawas

Persaingan Usaha) memberikan masukan terkait dengan persaingan di Industri telekomunikasi,

beberapa kali IDTUG di undang resmi dan memberikan paparannya.

Demikian halnya dengan BRTI dan KOMINFO, IDTUG saling bersinergi dan sering dimintai

pendapat dan masukkanya terkait dengan layanan operator seperti SMS Spam, Content Provider

yang nakal, Iklan layanan Operator, Quality of Service operator, Perubahan regulasi seperti Permen

QoS.

IDTUG berpartisipasi aktif dalam penyusunan UU Konvergensi melalui Study Group

Pengembangan Regulasi Infrastruktur Jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam era

Kovergensi.

Masih berhubungan dengan layanan operator IDTUG melakukan Drive Test sejauh mana layanan

operator terhadap pelanggannya menghadapi libur-libur panjang yang dapat meningkatkan trafik

operator seperti, hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, natal dan tahun baru, untuk itu tahun

lalu, selama 23 Agustus – 1 September 2010, Drive Test Kualitas Layanan Telekomunikasi

Menjelang Lebaran di 4 Kota Medan, Surabaya, Semarang, Jakarta.

Terkait dengan isu penyadapan (lawfull Interception) IDTUG berperan aktif dan memberikan

paparan dan masukkannya kepada regulator, pada 09, Agustus 2010, Pembicara didalam Seminar

Lawful Interception oleh BRTI, “Lawful Interception Dalam Perspektif Pengguna Telekomunikasi

Indonesia”

 

Di dalam kerja sama international dengan organisasi-organisasi international lainnya yang terkait

dengan telekomunikasi dan regulasi, IDTUG bekerja sama dengan Lirne-asia, pada april 12-16 2010 Capetown, South Africa, dalam on Executive Course Strategy on Telecommunication

Regulation: Connectivity and Convergence yang diselenggarakan oleh Lirne-asia, IDTUG

mengirimkan perwakilannya Ketua Bidang Teknologi dan Informasi Bpk. Yohanes Sumaryo.

Aktif dan bekerja sama dengan Pesantren-pesantren di Indonesia membantu memberikan bantuan

langsung baik berupa Komputer dalam program “Pesantren Berbasis Teknologi” yang dalam

pencanangannya dilakukan oleh Mekominfo Sofyan Djalil pada 2007, ada beberapa pesantren yang

sudah IDTUG bantu seperti pesantren Annur di Bekasi, Pesantren Darussalam di Tegal yang

dihadiri oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar dan Pesantren Darussalam di Martapura Kalsel

yang peresmiannya dihadiri oleh Menkominfo M.Nuh.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang sudah dilakukan oleh IDTUG dalam hal melakukan fungsi

kontrolnya terhadap penyelenggaraan layanan jasa operator telekomunikasi maupun regulasi yang

ada untuk kemajuan industri telekomunikasi di Indonesia secara ketat dan berimbang untuk

kepentingan masyarakat banyak.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini