Katapedia, Software Media Monitoring Asli Indonesia

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2011 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 11 55 456014 HICdPJBqxh.jpg
JAKARTA - Bursaide.com, sebuah website crowdfunding pertama di Indonesia yang kini memiliki 71 ide, secara resmi meluncurkan Katapedia.com, di markasnya di Cibubur. 

“Ini merupakan Online Media Monitoring yang ditujukan untuk brand-brand dan perusahaan. Dengan software ini diharapkan perusahaan/organisasi bisa melakukan tracking terhadap pembicaraan apapun terkait dengan mereka di Internet secara realtime. Dan seluruhnya ditampilkan dalam bentuk grafik yang mudah difahami secara cepat,” tukas Deddy Rahman selaku pengusung ide Katapedia.com, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Rabu (12/5/2011).

“Katapedia.com adalah portfolio kedua kami sejak Bursaide.com diluncurkan, dan portfolio pertama kami di industri berbasis Teknologi, kami berharap Katapedia.com bisa menjadi pemain nomor satu dan digunakan banyak perusahaan di Indonesia bahkan dunia” kata Muhaimin Iqbal, Pendiri Bursaide.com.

“Kami optimis melihat antusiasme beberapa perusahaan yang tertarik menggunakan Katapedia.com. Dan baru awal saja, Tim R&D Katapedia.com sedang mempersiapkan fitur-fitur yang lebih canggih lagi, terutama untuk menampilkan analisis-analisis yang berbasis Social Media (Facebook & Twitter) dengan menerapkan teknologi Semantic Web (Web 3.0) yang sedang berkembang pesat saat ini” ujar Deddy Rahman.

Beberapa fitur yang dimiliki Katapedia.com antara lain; Mention Analysis, MediaShare Analysis, SocialMedia Analysis dan Sentiment Analysis. Sentiment Analysis menggunakan 2 metodologi: Artificial Neural Network & Naive Bayes. Keakuratan metodologi bisa mencapai 75 persen. Dan ini akan terus-menerus ditingkatkan.

“Diluncurkannya Katapedia.com merupakan sebuah komitmen Bursaide.com untuk bisa mendanai ide-ide brilian masyarakat Indonesia. Rata-rata, kami akan mendanai 2 ide bisnis dari 100 ide yang masuk, sekarang baru 71 ide dan sudah 2 ide kita danai dan 2 lagi sedang kami kaji," tukas Iqbal.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini