2013 Bumi Kembali Alami 'Zaman Es'?

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Kamis 16 Juni 2011 12:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 06 16 56 469097 UmsO8dSJlF.jpg Ilustrasi

SAN FRANCISCO -Bumi diprediksi akan masuk 'Little Ice Age' atau zaman es baru di tahun mendatang akibat rendahnya aktivitas matahari, demikian yang diungkapkan para peneliti.

Fenomena Aktivitas bintik pada matahari, yang diikuti siklus setiap tahunan, akan mencapai puncaknya pada tahun 2013, setelah itu akan mulai sedikit berkurang. Tapi astronom berpikir kenaikan berikutnya akan kurang intensif dari normal, atau bisa gagal terjadi sama sekali.

Dilansir melalui Telegraph, Kamis (16/6/2011) selama beberapa dekade, Eropa mengalami musim dingin yang luar biasa sangat sering, dan waktu tersebut kemudian disebut Little Ice Age. Meskipun tidak ada bukti konklusif yang saling mempengeruhi satu sama lain, banyak ilmuwan mempercayai hal itu.

Bintik matahari adalah lubang kecil gelap di permukaan matahari, yang disebabkan oleh area kecil dari aktivitas magnetik kuat yang mengganggu aliran normal gas yang dipanaskan secara intens.

Paradoksnya ketika ada bintik matahari yang lebih besar, secara keseluruhan hasil dari matahari  yang disebut radiasi matahari total atau total solar irradiance (TSI) yang juga tinggi.

Frank Hill, dari National Solar Observatory di New Mexico, yang bekerja pada salah satu studi, mengatakan, "Fakta bahwa ada tiga baris yang terpisah dari semua bukti menunjuk ke arah yang sama sangat menarik."

Tapi Joanna Haigh profesor fisika atmosfer di Imperial College London, mengatakan, “ pemanasan global bisa menimpa efek pendinginan pada iklim bumi.” Ia juga menambahkan.

Selama waktu itu suhu di barat laut eropa hampir 1 derajat Celcius lebih rendah dari normal, dan sekitar 0.5 derajat Celcius lebih rendah dari rata-rata global.

Namun, ia pun mengingatkan, "Bahkan jika prediksi benar, efek pemanasan global akan melampaui kemampuan matahari untuk mendinginkan bahkan dalam skenario paling dingin. Dan dalam hal apapun, efek pendinginan hanya terjadi sementara. Ketika aktivitas matahari kembali normal, maka gas rumah kaca tidak akan pergi," tandasnya.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini