Waspada Bahaya WiFi di Area Publik

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2011 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 06 55 488933 zqFTfojZvZ.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Hingga saat ini akses internet Wi-Fi digunakan oleh lebih dari 700 juta orang, dengan lebih dari 4 juta tempat hotspots di seluruh dunia. Sedangkan WiFi router setiap tahunnya diproduksi sebanyak 800 juta unit.

Berdasarkan temuan global research project yang dilansir oleh Online Security Brand Tracker, yang disampaikan oleh InSites Consulting (April-May 2011), dan analisa dari United Consultants, hampir separuh pengguna internet di dunia melakukan koneksi internet paling sering dengan menggunakan perangkat portabel, notebook menjadi perangkat yang paling populer (41%), kemudian diikuti netbooks (3%), smartphones (2%) dan komputer tablet (1%).

Sebuah catatan penting dari pesatnya peningkatan baik teknologi maupun penggunanya yaitu terdapat korelasi searah dengan tingkat keamanan.

Terkait dengan beberapa advice keamanan WiFi, ESET Smart Security 5 yang bakal menjadi versi terbaru Antivirus ESET menyediakan fitur-fitur yang akan bermanfaat untuk mengamankan koneksi dan data para user saat melakukan koneksi WiFi.

salah satunya adalah peringatan yang diberikan pada user untuk waspada kapanpun user terkoneksi dengan WiFi ditempat umum, untuk kemudian memberikan proteksi. Produk antivirus yang sekaligus menjadi produk generasi terbaru ESET mengkategorikan koneksi WiFi pada level keamanan maksimum.

“Apa yang tidak diketahui pengguna WiFi adalah resiko keamanan dari data terutama yang terkait dengan lalu lintas data yang terjadi saat memulai akses. Login credentials dan lalu lintas yang terjadi di dalam network akan ter-endus bahkan sebelum sebuah e-mail terkirim melalui koneksi Wi-Fi hotspot, begitulah umumnya modus pencurian data didalam jaringan, tanpa terdeteksi,” jelas Camp, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Sabtu (6/8/2011).

Satu hal yang sangat diwaspadai adalah ketika ada jaringan hotspot dengan nama yang tidak dikenal atau nama yang mirip dengan jaringan resmi.

“Masalah bisa terjadi dari teknologi proxy, yang mampu mengintercept komunikasi WiFi, menangkap, mengcopy dan menyimpan copy data di komputer pelaku yang berada di local jaringan untuk kemudian mengirimkannya melalui jaringan Wi-Fi yang sebenarnya. Gejala terjadinya scam bisa dirasakan dari melambatnya lalu lintas email data anda . Tetapi karena jaringan ramai oleh lalu lintas semua pengguna dalam jaringan, maka akan suliit untuk mengetahui bahwa lalu lintas data kita diibajak oleh pelaku scam”, tandasnya.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini