Share

APJII: WiMax Bisa Komersial Tahun 2012

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Sabtu 27 Agustus 2011 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 27 54 496974 HuvgMXe5iY.jpg WiMAX (sumber : Google)

JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memprediksi komersialisasi WiMax pasca keputusan pemerintah memberikan standar teknologi terbuka akan terjadi pada tahun 2012.

 

Wakil Ketua Umum APJI  Sammy Pangerapan mengatakan  pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah yang membuka teknologi WiMax bukan hanya sekadar di 16d. Bajkan komersialisi WiMax mampu melayani 23 juta pelanggan dengan nilai bisnis sekitar Rp5,75 triliun dalam setahun.

 

 “Teknologi WiMax perlu berkelanjutan. Kebijakan pembukaan teknologi WiMax tersebut diharapkan memajukan penyelenggara jasa Internet di daerah, terutama terkait dengan persyaratan pembukaan 20 persen kapasitas untuk PJI yang tersebar di seluruh Tanah Air oleh operator,” tuturnya, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Sabtu (27/8/2011).

 

Saat ini terdapat 328 PJI di seluruh Indonesia yang jadi anggotanya, sementara yang aktif adalah sekitar 170 PJII.

 

Kehadiran WiMax ini nantinya tentu berdampak positif bagi perkembangan internet di Indonesia. Nantinya masyarakat bisa menikmati layanan Internet murah berkecepatan tinggi hingga 256 Kbps, tambahnya, PJI di daerah juga bisa ikut berkembang.

 

"Dengan adanya ketentuan yang tercantum dalam dokumen tender, dan tercantum juga di lisensi,maka diharapkan anggota APJII bisa memanfaatkan jaringan operator WiMax untuk memberikan layanan Internet ke masyarakat dalam skema business to business (B to B)," kata Sammy.

 

Ditambahkan olehnya dengan kapasitas yang ada saat ini, dan dengan nilai total biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi sebesar Rp235 miliar, maka jumlah pelanggan yang bisa ditampung operator WiMax saat ini adalah sekitar 23 juta pelanggan dalam setahun, atau penambahan 2 juta setiap bulannya.

 

“Ini adalah sejalan dengan program WSIS [World Summit on the Information Society] yang menargetkan 50% dari penduduk di seluruh negara terhubung Internet,” katanya.

 

APJII mengungkapkan saat ini penetrasi Internet di Indonesia berjumlah 50 juta pengguna atau baru penetrasi 20 persen.

 

APJII berharap teknologi WiMax dengan standar terbuka tersebut dapat segera digelar dengan target penggelaran layanan komersial pada awal tahun depan.

 

Terkait dengan penentuan standar teknologi 16e, Sammy mengatakan yang dibutuhkan dalam penggelaran WiMax adalah yang berkelanjutan, adapun kalau 16d bisa terhenti di tengah jalan dan selanjutnya pelanggan juga yang dirugikan karena harus ganti alat.

 

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas APJII Marcellus Ardiwinata mengatakan sesuai dengan Pasal 32 ayat 1 UU No. 36 tentang Telekomunikasi, maka ketentuan teknis yang berlaku secara internasional dalam penyelenggaraan jasa telekomunikasi adalah teknologi terbuka.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini