Share

Agenda Lelang BWA di Indonesia Dibocorkan Wikileaks

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Selasa 06 September 2011 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 06 54 499249 7L67LEPZle.jpg Ilustrasi (Foto: Dok okezone)

JAKARTA - Bocoran kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) yang dilakukan oleh Wikileaks ternyata juga mengungkap berita yang bersentuhan dengan teknologi telekomunikasi di Indonesia. Seperti apa saja?

Isi berita yang dikirimkan oleh Kedubes AS itu sendiri dibuat pada tangal 24 April 2009 dengan refrensi bernomor 09JAKARTA745, dengan subjek 'First Broadband Frequency 'open' Auction in Indonesia ' (lelang pertama frekuensi broadband di Indonesia).

"Pejabat telekomunikasi Indonesia mengumumkan dimulainya sebuah proses lelang frekuensi radio 2.3GHz (Broadband Wireless Access (BWA)-red) untuk broadband nirkabel akses. Hanya perusahaan atau anak perusahaan mereka yang mayoritas milik Indonesia yang mampu bersaing ini sesuai dengan UU Investasi 2007 dan daftar perusahaan yang dicekal turut menyertainya. Selain itu, hanya bisnis dengan layanan jaringan Bahasa Indonesia atau lisensi akan mampu bersaing," tulis situs WikiLeaks, yang okezone kutip Selasa (6/9/2011).

Dalam situs itu juga dibeberkan mengenai proses lelang yang dimulai 29 April yang berakhir sampai dengan 17 Juni 2009. Seperti diketahui, tender BWA ini sempat mengalami beberapa penundaan oleh pihak Kemenkominfo saat itu.

Tidak hanya sampai disitu, isi kawat diplomatik ini juga mengungkapkan informasi dari Kedubes AS bahwa pejabat ndonesian merencanakan untuk menyelenggarakan lelang masa depan bagi frekuensi 3,3 dan 3,5 GHz.

"Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk lelang ini di masa depan. Awal tahun ini, Depkominfo mengeluarkan Keputusan Menteri menginstruksikan operator yang menggunakan frekuensi tersebut bermigrasi ke frekuensi lainnya," ungkap WikiLeaks lagi.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini