Share

Tender BWA yang Dibocorkan WikiLeaks Tidak Istimewa

Ahmad Taufiqurrakhman, Jurnalis · Selasa 06 September 2011 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 06 54 499340 ytJVEfh5Fs.jpg Ilustrasi (gambar: blogspot.com)

JAKARTA - Terkait bocornya kawat diplomatik mengenai mengenai tender pertama Broadband Wireless Access (BWA) 2009 di WikiLeaks, pihak Kemkominfo mengatakan bahwa hal tersebut tidak istimewa, mengingat semua pemberitaan tender BWA sudah dikabarkan secara transparan.

"Sebelumnya saya tidak menahu kalau informasi tender BWA tersebut bocor di WikiLeaks. Tapi kalaupun bocor, tidak ada yang istimewa, karena semua proses tender BWA sudah diumumkan secara transparan, mulai proses awal tender hingga siapa pemenangnya," ujar Gatot S Dewobroto, Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Selasa (6/9/2011).

Gatot menjelaskan bahwa sedari awal semua informasi terkait tender BWA sudah dipublikasikan di situs www.postel.go.id. "Anda bisa mengeceknya sendiri," katanya.

Salah satu berita yang bocor di WikiLeaks menuliskan: 'Hanya perusahaan atau anak perusahaan mereka yang mayoritas milik Indonesia yang mampu bersaing ini sesuai dengan UU Investasi 2007 dan daftar perusahaan yang dicekal turut menyertainya. Selain itu, hanya bisnis dengan layanan jaringan Bahasa Indonesia atau lisensi akan mampu bersaing', menanggapi hal tersebut Gatot mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus dikoreksi.

"Prinsipnya yang bisa mengikuti tender tersebut adalah para penyelenggara telekomunikasi yang berbadan hukum Indonesia, dan mendapat izin dari Dirjen Postel," jelas Gatot.

"Jadi komentar saya, apa yang dirahasiakan? Karena semua prosesnya sudah diinformasikan sedari awal," pungkasnya.

Isi berita yang ada di WikiLeaks tersebut dibuat pada tangal 24 April 2009 dengan refrensi bernomor 09JAKARTA745, dengan subjek 'First Broadband Frequency 'open' Auction in Indonesia ' (lelang pertama frekuensi broadband di Indonesia).

(ATA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini