Protes Pencurian Pulsa, Muncul Kampanye Matikan Ponsel

Nurul Arifin, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2011 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 12 54 514102 Cx9jGn498F.jpg Ilustrasi (Foto: Dok okezone)
SURABAYA - Protes atas 'Pencurian Pulsa' kian bergulir. Kali beredar ajakan untuk mematikan ponsel pada tanggal 15 Oktober 2011. Komunitas yang menamakan diri 'Konsumen ponsel Indonesia' itu kecewa atas sikap pemerintah terkait tidak ada kebijakan untuk menangani pencurian pulsa itu.

Ajakan untuk mematikan Ponsel pada tanggal itu tersebar melalui pesan berantai di Blackberry Mesenger (BBM) dan SMS. Berikut isi ajakan itu,

"Setelah melihat langsung Rapat antara para Operator Seluler, BRTI, Kemenkominfo dan Komisi I di Gedung DPR-RI, 10 Oktober 2011, di mana para pemegang kebijakan ternyata tidak memiliki kebijakan untuk menangani kejahatan pencurian pulsa. Maka, dengan ini, kami menyerukan:

1. Bubarkan BRTI…!

2. Luncurkan SIM Card bebas iklan..!

3. Matikan HP Anda pada tanggal 15 Oktober 2011 pukul 10.00 - 12.00 WIB sebagai hari bebas ponsel dan sebagai protes konsumen Indonesia pada para pihak di atas. Kami konsumen ponsel berhak untuk mematikan HP kami kapanpun. Tetapi jika seluruh Indonesia mematikan HP-nya serentak, para operator akan tahu akibatnya.

Tertanda,
Konsumen ponsel Indonesia"


Namun menurut Kordinator Komunitas Masyarakat Sadar Teknologi Informasi Indonesia (Kamasati), Teguh Ardi Srianto mengatakan, ajakkan tersebut hanyalah spam belaka. Alasaanya, ajakkan itu tidak memiliki dasar teknis yang jelas. Meski Ponsel dimatikan tidak ada pengaruhnya dapat meminimalisir penyedotan pulsa.

"Karena sedot pulsa akan tetap terjadi meski ponsel dalam keadaan off," kata Teguh kepada okezone, Rabu (12/10/2011).

Menurutnya, tidak semua orang akan menerima ajakkan tersebut. Pasalnya, Ponsel adalah alat komunikasi yang vital saat ini. "Tapi siapapun boleh saja mengikuti ajakkan itu, karena hak prerogatif pengguna ponsel," tukasnya.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini