Meja & Dinding Layar Sentuh Semarakkan Indocomtech

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Jum'at 04 November 2011 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 04 57 525066 nBl3RG1fFH.jpg Salah satu pengunjung yang mencoba bermain Angry Birds di dinding layar sentuh (Foto: Fiddy/okezone)

JAKARTA - Salah satu booth yang terlihat menarik perhatian pengunjung adalah boots dari N Lighten yang menghadirkan meja dan dinding kaca dengan teknologi layar sentuh.

N Lighten technologies merupakan vendor dari Taiwan yang menawarkan teknologi kaca 'tempered' dan DLP proyektor yang mengintegrasikan fungsi proyektor, kamera dan infrared.

"Ini merupakan sebuah teknologi baru di pasar Indonesia dan saat ini kami sedang mengedukasi dan memperkenalkannya di Indonesia," ungkap Rudy Susanto, Senior Staff Public Relation Section Marketing Department, di JCC, Jakarta, Jumat (4/11/2011).

"Kami tidak menggunakan layar LCD, melainkan kaca tempered yang sangat kuat, anti gores dan anti air. Selain itu perangkat ini bisa menampung 32 jari yang dapat bergerak sekaligus," lanjutnya.

Menurut Rudy, perangkat meja dan tembok layar sentuh ini ditujukan untuk pusat informasi di suatu tempat, periklanan, meeting di perkantoran dan sarana belajar pada dunia pendidikan.

"Sebenarnya perangkat ini ditujukan untuk dimasukkan ke bioskop-bioskop tanah air, sebagai pusat informasi yang dapat memuat jadwal film, kapasitas bioskop dan trial film," paparnya.

Meja dan tembok layar sentuh ini menggunakan sistem operasi windows 7. Namun ada kemungkinan akan dikembangkan disemua sistem operasi. N Lighten membanderol layar sentuh untuk jenis meja sebesar USD17 ribu, sedangkan untuk jenis tembok dengan dimensi 1 x 72 inci sebesar USD79 ribu.

"Ini memang perangkat yang tergolong high end dan memang ditujukan untuk kalangan korporate. Untuk pemesanan bisa dikirim segera tanpa adanya sistem indent. Kami juga memberikan garansi satu tahun," jelasnya.

"Sejak pameran Indocomtech dibuka hari Rabu, banyak yang tertarik dan senang dengan teknologi yang kami tawarkan, bahkan sudah ada beberapa yang sudah memesannya. Perkiraan saya mungkin akhir tahun ini perkembangan perangkat ini bisa tumbuh di Indonesia," tandasnya.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini