Share

Pembayaran Biaya Air Time ke Pengusaha Wartel Terganjal BRTI

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Rabu 09 November 2011 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 09 54 527014 ZxfflBWTRI.jpg Ilustrasi (Foto: dok okezone)

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) membantah keras tudingan Asosiasi Pengusaha Wartel Indonesia (APWI) terkait penggelapan uang biaya hasil air time.

"Uangnya masih ada kami tidak menggelapkan," kata Head of Corporate Communication & Affair Telkom, Eddy Kurnia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/11/2011).

Follow Berita Okezone di Google News

Dijelaskan Eddy, untuk pencairan danaa air time membutuhkan sejumlah syarat sesuai yang telah disepakati pihak Telkom, APWI. Syarat tersebut, kata Eddy, termuat dalam kesepakatan APWI dengan Telkom tanggal 22 Juli 2010 di depan notaris.

Kesepakatan tersebut menyatakan, menegaskan kembali status telkom sebagai collecting agent. Selain itu, Telkom dan APWI bertindak sebagai agen pembayaran (payment agent) yang penyalurannya kepada pengusaha wartel yang berhak melalui PT Pos.

"Telkom akan menagih hak air time wartel periode Februari 2006 sampai dengan Desember 2006 kepada operator seluler untuk ditempatkan kepada rekening penampungan setelah ada keputusan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) terkait masalah air time," kata Eddy.

Rekening penampungan ini adalah rekening atas nama APWI yang pencairannya dilakukan dengan  joint infrastructure yang harus disetujui Telkom. Hal inilah yang membuat APWI sulit untuk mencairkan dana air time. Pasalnya, sesuai kesepakatan Telkom masih menunggu keputusan dari BRTI.

Untuk diketahui saat ini dana di rekening penampungan untuk pembayaran Tahap II air time periode april 2005 sampai Januari 2006 sudah ditagihkan telkom dan dibayarkan oleh Opsel senilai Rp 28.680.124.855.

Namun jumlah tersebut masih belum termasuk air time periode Januari 2006 hingga Desember 2006, yang mencapai Rp25.412.930.021.

"Untuk yang Rp25 miliar belum ada di Telkom sedangkan penagihan ke operatornya masih menunggu pendapat BRTI," katanya.

Ditegaskan Eddy, posisi Telkom adalah sebagai fasilitator dan didasarkan pada azas kehati-hatian. "Telkom baru akan mencairkan rekening bila semua dana terkumpul, yakni Rp54.093.054.876 dan seluruh syarat dan mekanisme telah disepakati APWI dan Telkom," kata Eddy.

Sementara itu, anggota BRTI Heru Sutadi mengatakan, BRTI telah lama mengeluarkan keputusan terkait masalah itu. BRTI menyarankan agar masalah air time diselesaikan Telkom, operator seluler dan pengusaha wartel.

"Sudah lama keputusannya, sudah jelas, secara bussiness to bussines saja diselesaikan," tandas Heru.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini