Nokia Siemens Network Cairkan Jaringan 'Beku'?

Yoga Hastyadi Widiartanto, Jurnalis · Kamis 24 November 2011 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 24 54 533804 SawxcGUfCy.JPG Marko Lius (foto : yoga hastyadi)

JAKARTA - Bertambahnya kebutuhan akan kapasitas dan kecepatan akses, menuntut solusi baru untuk mengatasi kemacetan bandwidht. Sementara itu sistem cloud, tren sosial network dan mewabahnya gadget-gadget multifungsi melipatgandakan permintaan kapasitas akses internet.

Ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (24/11/2011), Marko Lius, Head of Engagement Network System, Nokia Siemens Network APAC mengatakan, "Kami meramalkan pada  2020 akan ada 1.000 kali lipat traffic di Internet."

Pertambahan traffic ini bukan cuma masalah yang ditimbulkan oleh jumlah pengguna, aplikasi yang banyak memakan ruang data, seperti video high definition, juga sangat memengaruhi munculnya kemacetan tersebut. Adakah solusi untuk segera mengatasi masalah yang makin nyata ini?

Nokia Siemens Network menawarkan sebuah solusi liquid network. Marko mengatakan liquid network ini bukanlah sebuah produk, tapi merupakan suatu kerangka pikir. Liquid network juga bukan teknologi, ia lebih cenderung pada filosofi dan bisa diterapkan dengan baik pada 3G, 4G atau LTE.

"Liquid network membuat kita bebas dari "jaringan beku", beradaptasi secara responsif pada kapasitas permintaan dan ledakan kapasitas yang terjadi. Menghadapi kapasitas permintaan broadband dengan kemampuan adaptasi seperti zat cair," kata Marko.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini