nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedagang Pulsa Keluhkan Kebijakan Hard Cluster Telkomsel

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Kamis 02 Februari 2012 14:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 02 02 54 568241 L34pvdjRP0.jpg Salah satu kantor Telkomsel (Foto: dok okezone)

JAKARTA - Sejumlah pedagang pulsa yang tergabung dalam PPPI (Payuguban Pedagang Pulsa Indonesia) mendatangi kantor Telkomsel di jalan Gatot Soebroto, Jakarta, mereka memprotes kebijakan distribus pulsa atau yang dikenal hard cluster.

Pengertian dari Hard Cluster Telkomsel adalah end user yang melakukan pengisian pulsa Telkomsel harus diisi dari Chip Mkios dimana nomor telpon end user itu berada atau harus berada dalam Cluster (Kecamatan yang sama). Ini yang menurut PPPI sangat merugikan mereka.

"Kebijakan hard cluster yang berpihak kepemodal besarĀ  dan pasar modern telah berdampak dan berimbas secara langsung kepada seluruh pedagang pulsa baik pedagang tradisional atau UKM di Indonesia, khususnya di Jabodetabek yang berimbas pada kehilangan mata pencariannya," kata PPI dalam keterangannya yang diterima okezone, di Jakarta, Kamis (2/2/2012).

"Sesuai amanat UUD 1945 pasal 28 A yang telah kita sepakati bersama yang berbunyi 'Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupnya, maka kami perlu melakukan perlawan terhadap kebijakan hard cluster tersebut," katanya.

Dianalogikan oleh PPPI, apabila pelanggan hendak melakukan pengisian ulang pulsa, maka ponselnya harus di bawah dan berada di counter tepat pengisian ulang pulsa. Dan apabila si pelanggan hendak mengisi ulang pulsa ke nomor orang tuanya/anaknya/ yang berada dikampung atau berbeda kecamata maka si penjual akan dikenakan sanksi oleh Telkomsel.

"Dan faktanya hal ini sering terjadi dengan sendirinya , maka si penjual untuk belanja barang selanjutnya dipastikan tidak akan dilayani oleh dealer yang telah ditunjuk pihak Telkomsel, bisa kita bayangkan nasib si penjual tinggal hitungan hari akan ditinggalkan oleh pelanggannya dan akan gulung tikar alias bangkrut," tambahnya.

Masih menurut PPPMI, hard Cluster hanya diberlakukan kepada pedagang pulsa pasar tradisional, sementara untuk pasar modern seperti Bank melalui ATM, Carefour, Indomaret, Alfamaret dan yang sejenis tidak berlaku dan mendapatkan keistimewaan jumlah barang yang tidak terbatas dan bebas melalukan penjualan ataupun pengisian ulang tanpa memperhatikan keberadaan nomor ponsel yang hendak di isi dimanapun berada.

(tyo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini