Kabareskrim Mabes Polri Mengaku Didukung Panja Pencurian Pulsa

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Kamis 22 Maret 2012 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 22 54 598164 qbIb4pYv3f.jpg Ilustrasi (Foto: dok okezone)

st1:*{behavior:url(#ieooui) }

-->

JAKARTA - Penelusuran penyelidikan pencurian pulsa, yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri mengaku didukung oleh Panitian Kerja (Panja) pencurian pulsa DPR RI yang dipimpin Tantowi Yahya.

Kepala Bareskrim, Komjen Pol. Sutarman menyatakan penyelidikannya mendapatkan pengawasan serta dukungan dari Panja Pencurian Pulsa. Serta memberikan penghormatannya kepadanya setelah mengungkapkan barang bukti dan menetapkan saksi.

"Panja pulsa mengawasi dan mendukung kita. Dan setelah saya paparkan bagaimana saya mengambil data, mengambil barang bukti, dan sampai dengan menetapkan saksi, beliau hormatlah sama kami. Memang susah bukan gampang," jelas Sutarman di Kejagung, Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Kesulitan dalam melakukan penyelidikan terkait pencurian pulsa ini karena yang diperiksa bukan hanya digital forensik biasa, tapi dilakukan pada sebuah server yang sangat besar.

"Bukan hanya digital forensik, itu kan server yang begitu besar, kemudian saya harus menghitung loctus, dan tempus dilikte. Kapan produk itu diluncurkan, kemudia lokasinya kan saat itu, ada diposisi berapa, padahal server segede itu kan," paparnya.

Jenderal Polisi Bintang Tiga ini mengatakan kalau penyelidikat tidak visa sembarangan, karena bisa mengganggu kegiatan karyawan operator dan content provider tidak bekerja kembali.

"Kalau kita mau sembarangan, saya bisa angkat servernya kemudian mereka kan tidak kerja kan. Nah makannya kita akan mencari ke arah sana tapi tidak mengganggu kegiatan. Karena operator tidak terlalu yah, karena perjanjian operator dengan masyarakat, kemudian muncul konten provider, CP melaunching produk dan diakses oleh masyarakat, nah inilah produknya itu hebat, bukan main. Triliunan duitnya yang masuk itu," simpulnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini