Revisi Permen Tentang Layanan Pesan Premium Menuju Finalisasi

Yoga Hastyadi Widiartanto, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2012 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 27 54 600537 AYxFTysWXg.jpg Ilustrasi (Foto:mobiletomobilesms)

JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia akan memfinalkan revisi Peraturan Menteri Kominfo 1/2009 tentang penyelenggaraan jasa pesan premium dan pengiriman jasa pesan singkat ke banyak tujuan (broadcast), pada Selasa besok. Walaupun masih ada proses lebih lanjut lagi, revisi ini merupakan kepastian yang ditunggu-tunggu oleh para industri konten dan telekomunikasi di Indonesia.  

"Besok akan diadakan rapat pleno untuk memfinalkan permen nomer 1 tahun 2009. Kami juga sedang mengharmonisasikan permen ini dengan rancangan permen tentang promosi media elektronik, sms interkoneksi serta frekuensi," terang Danrivanto, anggota komisi BRTI di Jakarta, Senin (27/3/2012).

 

"Kondisi ini terkait juga dengan pembenahan regulasi telekomunikasi secara keseluruhan. Pertama interkoneksi, quality of service, kemudian penataan frekuensi. Karena tanpa didukung frekuensi, konten di opertator ini hanya jadi impian," tambahnya.

 

Lalu untuk perjanjian kerjasama antara industri telekomunikasi dan konten, pihaknya akan menerapkan klausul minimal. Artinya jika tadinya ada ketidakseimbangan antara operator, CP dan developer konten, klausul minimal ini berperan sebagai norma.

 

Permen ini diharapkan bisa melindungi konsumen sekaligus mengembangkan bisnis konten yang sempat mati suri. "Dalam revisi permen ini kami menggunakan tiga pendekatan," ujar Danri.

 

Dia menerangkan, pendekatan pertama adalah regulasi teknis. Dalam hal ini regulasi tidak menggunakan teknologi netral, sepanjang teknologi itu secara sah bisa digunakan di Indonesia.

 

Kedua adalah regulasi bisnis dan ekonomi. Aspek ini hanya akan diterapkan dasarnya saja. Selebihnya dipersilahkan business to business. Ketiga adalah regulasi sosial. Menurutnya, karena sisi ini berkaitan dengan end user, pihaknya akan menerapkan heavy regulated.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini