Kemenkominfo Akan Bagikan Radio Gratis di Perbatasan RI

Yoga Hastyadi Widiartanto, Jurnalis · Senin 07 Mei 2012 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 07 54 625332

JAKARTA - Banyaknya jumlah pulau di Indonesia, bisa berdampak pada kesulitan dalam memberikan informasi. Terlebih lagi masih banyak daerah perbatasan yang sulit sekali dijangkau media online, cetak atau televisi.

menurut Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Freddy Tulung, salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjangkau masyarakat, terutama di daerah perbatasan adalah radio. "RRI sebagai sabuk informasi di daerah perbatasan Indonesia dalam membendung penetrasi informasi dari negara-negara luar," paparnya di dalam Konferensi Radio Asia 2012, di Jakarta, Senin (7/5/2012)

"Daerah-daerah perbatasan itu adalah remote area yang tidak bisa dijangkau media online, cetak dan televisi.  Radio itu merupakan real-time information dan bisa berperan sebagai saranan edukasi informasi penting dan strategis," tambahnya.

Kemkominfo sendiri berniat membagikan perangkat radio gratis di daerah perbatasan. Hal ini, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring, dilakukan demi mendukung kemudahan akses informasi di daerah perbatasan.

"Rencananya kita akan membagikan radio di daerah perbatasan dan pulau terluar. Kita bekerja sama dengan sponsor dari pabrik radio," terangnya.

"Kalau di pasar, radio itu harganya sekira Rp10 ribu per unit. Hanya FM2 atau FM1 saja. Kita akan bagikan 10 ribu unit, jadi tidak terlalu mahal. Sekira Rp100 juta," tambahnya.

Dia juga mengungkap, pembagian radio gratis itu akan diprioritaskan di Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, agar masyarakat dapat mengakses siaran radio Indonesia dan tidak tertukar dengan siaran luar negeri, pihaknya akan memberi bimbingan. "Kita akan bimbing channel RRI sekian, dan channel yang lain sekian. Kita juga akan buatkan leaflet kecil," papar Tifatul.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini