Kemkominfo Akan Blokir SMS Penipuan "Saweran KPK"

Gesit Prayogi, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 54 658833 C07UWa7acz.jpg SMS "saweran KPK"

JAKARTA – Gencarnya dukungan masyarakat terhadap pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengirimkan SMS berkedok “saweran KPK”.

Para oknum kejahatan SMS itu, mencoba mengambil keuntungan dengan mengirimkan SMS “saweran” pembangunan gedung baru KPK. Motif yang dilakuakn oknum tidak bertanggung jawab sama seperti SMS "minta pulsa", namun kali ini menggunakan isu pembangunan gedung baru KPK untuk mengambil keuntungan.

"Saya memperoleh SMS tersebut tadi pagi, kemudian ketika saya periksa nomor tersebut mengirimkan ke nomor-nomor lain, ini merupakan penipuan sms 'mama minta pulsa' namun dengan modus pemabangunan gedung baru KPK," ungkap anggota Komisi I DPR Roy Suryo kepada Okezone, Rabu (4/7/2012).

"Koin utk pembangunangedung baru KPK,dpt dikirm berupa pulsa ke nmr simpati: 081215040222 terima ksh," berikut ialah SMS yang berkedok saweran gedung baru KPK.

Menyusul peristiwa tersebut, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mengambil langkah untuk memblokir nomor pengirim SMS tersebut.

“Kami akan melaporkan nomor tersebut ke operator untuk diblokir,” Jelas Wakil Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia disingkat (BRTI)  M Budi Setiawan kepada Okezone.

Sementara itu, hingga saat ini Kemkominfo belum menerima laporan terkait SMS tersebut. “Kami sampai saat ini belum menerima laporan terkait SMS Saweran KPK tersebut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, belakangan beredar SMS ke masyarakat yang meminta sumbangan pembangunan gedung baru KPK. Di sisi lain, saweran untuk pembangunan gedung baru KPK memang dilakukan beberapa pihak seperti salah satunya Indonesia Coruption Watch (ICW) melalui Bank BNI Cab Melawai Raya Jakarta Selatan dengan Norek: 0056124364. Hasil sumbangan yang diterima akan di posting dan dilaporakan total saldo sumbangan melalui akun twitter @illiandeta. 

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini