Ancaman Kejahatan Finansial Terkait E-Channel Kian Meradang

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 06 September 2012, 17:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 09 06 55 686149 rAGylcE9vf.jpg Ilustrasi (Foto: Businesscomputingworld)

JAKARTA - Semakin tumbuhnya tren nasabah bank yang menggunakan manfaat e-channel seperti SMS atau phone banking untuk melakukan transaksi pembayaran, maka semakin cerdik pula para pelaku kejahatan untuk membidik korbannya.

Untuk menghindari aksi kejahatan seperti fraud (penipuan), diperlukan kesadaran bagi para institusi finansial untuk menerapkan sistem monitoring serta strategi untuk mencegah terjadinya kejahatan finansial tersebut.

"Ancaman yang muncul saat sekarang ini semakin kompleks dibandingkan beberapa tahun sebelumnya," ujar Ben Knieff, Director of Product Marketing di NICE Actimize di Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Menurutnya, dalam pandangan tim yang menangani IT dan kejahatan keuangan, hal ini mendorong perlunya untuk mengimplementasikan strategi penanganan cross-channel fraud dan menjadi fleksibel dalam beradaptasi terhadap kebijakan deteksi fraud.

Sebagai partner dari NICE Actimize di Indonesia, Q2 Technologies secara aktif mengedukasi pasar mengenai bagaimana menekan dan menanggulangi tindak kejahatan keuangan. Selain itu, meminimalkan terjadinya pencucian uang serta meningkatkan efisiensi investigasi dan compliance terhadap peraturan.

Solusi Actimize Integrated Fraud Management memberikan pencegahan fraud yang berorientasi kepada pelanggan. Ini dilakukan secara real-time dan mendukung secara keseluruhan program penanganan fraud oleh perusahaan.

"Kami bergerak di bisnis enterprise, banks dan organisasi lainnya. Membantu menawarkan sistem surveillance (pengawasan), analistis data struktur atau non-struktur serta keamanan. Nice Actimize bisa membantu institusi finansial dengan menawarkan solusi antara lain pencegahan fraud, anti money laundering, perantara compliance (kepatuhan) serta manajemen risiko untuk enterprise," tutur Raghav Sahgal, President NICE APAC.

Solusi ini menyediakan sistem deteksi baik untuk channel maupun bisnis, termasuk pendeteksian apabila terjadi penipuan kartu kredit, web banking, tabungan, pembayaran ritel dan komersial serta penipuan dari karyawan internal.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini