BRTI Masih Mengkaji Jasa Penyedia Konten Pengganti Layanan SMS

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2012 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 03 54 698688 36VsWjR8fu.jpg ilustrasi sms

JAKARTA – Layanan short message service (SMS) Premium bakal beroperasi kembali. Hanya saja, kali ini nama dan bentuknya berbeda. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah fokus membahas penyediaan layanan SMS Premium dalam bentuk jasa penyedia konten.

“Jadi sekarang ini namanya bukan lagi layanan SMS atau layanan VAS (Value Added Services), tetapi aturan yang baru ini terkait layanan SMS premium yang mencakup ruang lingkup penyediaan konten kepada penggunaan internet. Jadi bentuknya multimedia,” kata Anggota BRTI Nonot Harsono kepada Okezone, Rabu (3/10/2012).

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi saat inilah yang mendorong BRTI untuk memberikan usulan bahwa SMS Premium tidak hanya berupa pesan teks, tetapi dalam bentuk multimedia, seperti video, musik, foto dan data yang dapat diunduh.

Akan tetapi, lanjut Nonot, Revisi Permen No 1 Tahun 2009 itu, hanya mengatur bentuk transaksi penjualan dan pembelian konten premium yang pembayarannya dalam bentuk pemotongan pulsa konsumen saja. “Sedangkan untuk konsumen yang menggunakan kartu kredit, cloud dan lainnya masih akan di bahas lebih lanjut,” ujarnya.

Soal kapan putusan itu akan selesai, Nonot belum bisa memastikan, karena hingga saat ini masih dalam pembahasan. “Tapi intinya adalah bagaimana kedepan tidak ada lagi konsumen terjebak pada penipuan-penipuan SMS yang tidak jelas asal muasalnya,”

Meski  begitu, BRTI tetap meminta pemerintah melakukan filter segala bentuk konten. “Kita harus menjamin keamanan terhadap masyarakat, karena itulah kita antisipasi dari sekarang. Tetapi aturan baru ini prinsipnya akan menguntungkan baik pengusaha/industri, juga bagi masyarakat. Usaha tetap bisa maju, masyarakat juga tidak dirugikan,” jelas Nonot.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini