Optimus Vu, Smartphone Tangguh Cita Rasa Tablet

Yoga Hastyadi Widiartanto, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2012 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 10 31 207 711627 2Ujf0iWcV0.jpg LG Optimus Vu (foto: Yoga Hastyadi/Okezone)

Pascapeluncuran produk smartphone LG Optimus Vu, kemarin, Okezone.com mendapat kesempatan pertama untuk mencicipi langsung produk asal Korea Selatan ini. Sekilas melirik Optimus Vu tersebut, Okezone bertanya-tanya apakah ini tablet mini atau smartphone.

Ukurannya yang sebesar 5 inci dengan aspect ratio 4:3 membuat Optimus Vu cenderung lebih kotak dan besar bila dibandingkan dengan smartphone besutan vendor lain yang menggunakan aspect ratio 16:9. Optimus Vu memang sejatinya merupakan smartphone yang digarap dengan cita rasa sebuah tablet.

Cita rasa tablet ini, selain soal ukuran dan aspect ratio layar, ada pada fitur pencatat yang disematkan di dalamnya. Bahkan, LG membekali Optimus Vu dengan satu tombol fisik khusus untuk fitur bernama Quick Memo itu. Hasilnya, entah pengguna sedang menelefon atau menjelajah internet bisa mengakses Quick Memo dengan satu klik.

Cita rasa tablet tersebut dikemas LG dalam desain berbentuk kotak dengan trim atau bagian pinggir berlapis logam. Di bagian atas layar terdapat logo LG, kamera depan serta sensor cahaya, sementara di bagian bawah layar terdapat tombol sentuh back, home, recent apps dan menu. Desain kotak yang digunakan LG ini mengacu pada smartphone LG Prada terdahulu, juga serupa dengan desain yang digunakannya pada LG L-Series.

Selain tombol sentuh pada bagian bawah layar, LG juga memasang tombol fisik di sisi atas dan kanan bodi Optimus Vu. Di sisi atas, seperti sudah disebutkan sebelumnya, terdapat tombol pintas untuk mengakses Quick Memo. Selain itu juga terdapat jack 3,5 milimeter untuk headset, slot microUSB yang bisa digunakan untuk mengisi daya atau menghubungkan Optimus Vu ke PC, serta tombol on/off yang juga berfungsi untuk mengunci layar.

Di bagian belakang Optimus Vu bertengger sebuah kamera dengan ketajaman 8 megapiksel dan sebuah flash LED. Sementara di bagian bawah casing belakang, ada dua lubang kecil untuk keluarnya suara. Casing belakang ini dibuat memiliki guratan-guratan yang membuat penggunanya tidak licin saat menggenggam Optimus Vu. Karena dibuat unibody, pengguna mesti menyelipkan kartu SIM miliknya melalui slot di sisi kiri bodi. Kartu SIM yang digunakan pun harus berukuran Micro.

Quick Memo dan 4:3
Quick Memo di smartphone ini mudah diakses, terutama dengan adanya tombol yang didedikasikan khusus. Pengguna bisa menekan tombol tersebut dan memunculkan kolom untuk mencatat kapanpun, bahkan ketika sedang menjalankan aplikasi. Optimus Vu juga dibekali sebuah stylus untuk menulis, namun sayangnya di bodi Optimus Vu tidak ada slot khusus untuk menyimpan stylus ini. Selain menggunakan stylus, pengguna juga bisa menulis menggunakan jarinya.

Dalam fitur ini, pengguna memiliki pilihan untuk membuat tulisan di atas tampilan peramban atau situs yang sedang dibuka, atau menulis dengan latar belakang yang mirip kertas buku catatan. Pengguna cukup menyentuh tombol virtual di sisi kiri atas layar, ketika Quick Memo terbuka.

Kendala yang ditemui dalam Quick Memo ini adalah kadang terjadi skip. Misalnya ketika menggoreskan jari dengan cepat, maka garis yang dihasilkan tidak utuh melainkan sedikit terputus di tengah-tengah.

Sedangkan aspect ratio 4:3 yang diterapkan di Optimus Vu terbilang efektif dan mempermudah pengguna ketika menjelajah internet, membuat catatan, mengetik atau membaca dokumen.

Okezone mencobanya dengan membaca dokumen Fyodor Dostoyevski: Crime and Punishment. Dokumen berformat PDF ini bisa tampil dengan baik, tanpa membuat pengguna mesti menggeser-geser layar. Semua isi dokumen dapat ditampilkan penuh dalam satu layar.
Kendala yang kami temui dalam kegiatan membaca ini hanya layar blank selama satu detik ketika membalik halamannya dengan cepat. Namun setelah satu detik, layar kembali terisi dengan seluruh kata-kata di halaman buku.

Kinerja
LG menyematkan dapur pacu berupa prosesor Nvidia 4-Plus-1 quad core yang berlari di kecepatan 1,5GHz untuk sebagai otak kinerja Optimus Vu. Selain itu juga terdapat RAM sebesar 1GB dan memori penyimpanan internal seluas 32GB. Semua itu di sematkan ke dalam smartphone ini dengan ketipisan bodi 8,5 milimeter. Pertama kali mengoperasikan smartphone ini, Okezone merasakan kinerja yang tangguh.

Pergeseran antarmuka Optimus yang digunakannya berlangsung mulus. Ketika memainkan game pun bisa berjalan lancar tanpa ditemui lag. Okezone mencobanya dengan memainkan game Bombshell: Hell's Belles keluaran GLU Mobile. Game ini bisa dimainkan dengan mulus tanpa kendala. Pengendalian pesawat yang memanfaatkan accelerometer dan layar sentuh dalam smartphone pun bisa dilakukan dengan baik. Loading yang dibutuhkan untuk memulai game ini hanya sekira 13 detik.

Sayangnya pada kecerahan layar yang diatur 70 persen, di beberapa level, game ini masih terlihat cukup gelap. Bila pemain ingin agar bisa melihat dengan jelas seluruh isi level tersebut, kecerahan mesti ditingkatkan ke 100 persen yang tentunya lebih boros baterai.

Game lain yang Okezone coba adalah Blood and Glory II yang juga keluaran GLU Mobile.Game ini pun bisa berjalan dengan mulus tanpa ditemui lag. Grafis tampil dengan kontras yang cukup memanjakan mata. Pada game ini, dengan kecerahan 70 persen, gambar tampil cukup jelas meskipun sedikit redup. Untuk memulai game ini, Optimus Vu membutuhkan waktu loading sekira 28 detik.

Secara keseluruhan, meskipun kinerja dalam kedua permainan tersebut mulus, masih ditemukan jeda antara 2 sampai 3 detik saat Okezone memulai atau mengakhiri sebuah alplikasi. Dalam jeda tersebut layar seolah membeku.

Sedangkan jika dirasakan dari sisi baterai, Optimus Vu bisa dikatakan memiliki daya tahan baterai yang bisa membuat penggunanya merasa nyaman. Pasalnya ketika Okezone mencobanya untuk memainkan game seperti Angry Birds atau sekedar dengan singkat menjelajah internet, baterai yang baru terisi 70 persen masih mampu bertahan selama sekira 5 hari. Sedangkan untuk stand by dengan jumlah daya 70 persen, Optimus Vu bisa bertahan kurang lebih 7 hari.

Akhirnya, dengan banderol Rp 5,5 juta, smartphone ini bisa dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang mengutamakan kelengkapan fungsi dan mobilitas. Kelebihannya adalah kemampuan kamera yang bisa diandalkan, kinerja aplikasi hiburan yang mulus dan fitur Quick Memo yang mempermudah mencatat ide. Sementara di sisi lain kekurangan yang terasa yakni ada pada jeda atau membekunya layar selama 2 sampai 3 detik ketika membuka aplikasi tertentu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini