Email Spam Menurun, Email Berbahaya Meningkat

Gesit Prayogi, Jurnalis · Minggu 18 November 2012, 13:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 11 18 325 719762 IhxnYSjDB8.jpg Grafik: Kasperky

JAKARTA - Anda mungkin kerap dibuat jengkel dengan pesan spam nampaknya dapat bernafas dengan lega. Pasalnya, melalui analisi terbaru dari Kaspersky Lab, mereka memperhatikan tren penurunan spam dalam lalu lintas total surat elektronik (email).

Melalui rilis yang diterima Okezone, Minggu (18/11/2012), dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, volume traffic spam pada kuartal tiga 2012 menurun 2,8 persen dan secara rata-rata menurun sebesar 71,5 persen. Pada saat yang sama, para pakar mencatat kenaikan yang signifikan dari jumlah surat berbahaya, dari 3 persen ke 3,9 persen, melanjutkan tren lainnya di tahun ini. Dalam batas tertentu, penurunan jumlah spam pada kuartal tiga dikarenakan melemahnya aktivitas bisnis di musim panas.

Namun, tren penurunan jumlah spam juga terjadi karena bergesernya iklan dari email ke medium-medium lain seperti banner, media sosial, layanan kupon dan iklan kontekstual. Oleh karena itu, meski ada sedikit lonjakan aktivitas pasca-liburan di bulan September, secara keseluruhan tetap saja jumlah spam mengalami tren penurunan.

Migrasi pengiklan, yang menawarkan produk dan layanan yang legal, menjauh dari spam tak bisa dipungkiri menyebabkan peningkatan jumlah spam jahat berisi lampiran berbahaya, iklan barang terlarang atau teknik-teknik penipuan. Kuartal tiga 2012 kembali memperlihatkan bagaimana penjahat cyber menunjukkan kecerdikan mereka, dimana mereka menyamarkan pesan spam sehingga tampak seperti notifikasi resmi.

Di antara email palsu yang ditemukan para pakar Kaspersky Lab adalah pesan-pesan yang diduga (atau terlihat seperti) dikirim oleh hosting provider, sistem perbankan, jejaring sosial, toko online dan berbagai layanan lainnya.

Pada kuartal tiga ini, perhatian khusus diberikan terhadap layanan kupon karena spammer mengambil keuntungan dari popularitas layanan kupon ini untuk menyebarkan tautan dan lampiran berbahaya. Layanan kupon yang terkenal, Groupon, sepertinya menjadi korban spammer jenis ini melalui email yang dibuat agar terlihat seperti notifikasi resmi dan penawaran-penawaran baru yang mengarahkan penerima yang tak curiga ke situs-situs jahat yang telah dieksploitasi.

Pada kuartal tiga 2012 terdapat sejumlah perubahan dalam hal sumber spam bila dilihat dari pembagian secara regional. Di antara negara-negara pengirim spam terbanyak, dengan perbedaan yang tak pasti, Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan yang tidak mengenakkan, mendorong persentase Amerika Utara  hingga mencapai sedikit di atas 27 persen.

Hal ini sudah cukup untuk menempatkan AS di posisi kedua di belakang Asia (yang biasanya memang selalu menjadi pengirim spam terbanyak), dimana Asia bertanggung jawab untuk penyebaran hampir separuh dari semua surat spam di seluruh dunia (49,50 persen). Di posisi keempat Eropa Barat (6,86 persen) mengalahkan Eropa Timur (3,64 persen) dan hampir menyamai persentase Amerika Latin (7,34 persen) di posisi ketiga dengan.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini