Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Survei, Pengetahuan Nuklir Masyarakat Rendah

Gesit Prayogi, Jurnalis · Jum'at 23 November 2012 15:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 11 23 56 722326 lOJVDRDNfF.jpg Ilustrasi (ist)

JAKARTA - Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan  PT Andira Karya Persada, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki pengetahuan yang minim terkait teknologi nuklir. Maka tak heran, 62 persen masyarakat tidak mengetahui manfaat teknologi nuklir, dan hanya 31 persen yang mengetahui pemanfaatan teknologi nuklir.

"Dari hasil jajak pendapat yang kami lakukan, kami melihat bahwa pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai teknologi cukup minim," papar Bra Baskoro saat menjelaskan Temuan Jajak Pendapat Iptek Nuklir 2012 di kantor Batan, Jakarta (23/11/2012).

Dari 4 ribu responden yang berasal dari seluruh wilayah di Tanah Air, 40,91 persen masyarakat cenderung mengetahui nuklir dimanfaatkan untuk energi, 28,54 persen untuk persenjataan atau militer, 16,99 persen untuk kesehatan, dan 0,12 persen untuk peternakan.

"Hasil ini akan kami gunakan untuk mengevalusi dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa nuklir dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, pertanian, peternakan dan sebagainya. Yang perlu diingat penggunaan nuklir di Indonesia tidak sebagai persenjataan dan hanya digunakan untuk kepentingan damai," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto.

Sementara itu, dari hasil jajak pendapat yang dilakukan PT Andira karya Persada pada 7 Oktober hingga 21 Oktober 2012, menemukan bahwa 52,7 persen dari keseluruhan responden menerima pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air, sedangkan 25,23 persen tidak setuju dan 22,83 persen tidak tahu. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana pada 2011, terjadi penurunan penerimaan pembangunan PLTN dengan 49,5 persen setuju, 35,5 persen responden menolak, dan 15 persen tidak tahu.

"Ada yang menarik dari hasil jajak pendapat tahun ini, di mana angka penerimaan meningkat dan penolakan menurun dan suara mereka berpindah ke tidak tahu, ke depan angka penerimaan masyarakat diperkirakan akan meningkat," tandas Baskoro.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini