Cegah Kecolongan, Aturan SMS Premium Banyak Dipermak

Andina Librianty, Jurnalis · Jum'at 30 November 2012 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 30 54 725568 raaMcjEaa0.jpg Ilustrasi (Foto:mobiletomobilesms)

JAKARTA – Lebih dari satu tahun sejak kejadian Black October, aturan SMS premium belum juga mencapai kata final. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berasalan, pihaknya merombak besar-besaran Peraturan Menteri Kominfo No.1/2009 tentang pengiriman jasa pesan premium dan SMS ke banyak tujuan, sehingga penyelesaian aturan itu memakan waktu yang panjang.

“Saat ini masih dalam penggodokan, belum selesai karena banyak sekali yang harus diubah dan diperbaiki,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Syukri Batubara di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/11/2012)

Sayangnya, Syukri tidak menyebutkan perombakan besar-besaran yang dilakukan terhadap peraturan tersebut. “Jadi dengan adanya perombakan dan revisi Permen 1/2009 itu, kami harapkan tidak akan terjadi lagi pemotongan pulsa itu oleh siapa pun dan dimana pun,” jelasnya.

Saat ditanya kapan selesainya aturan tersebut, Syukri belum bisa memastikan. Namun, dia mengatakan target penyelesaian Permen itu ialah sampai akhir 2012. “Itu target kami ya, target itu kan bisa dicapai tapi bisa sedikit melampaui. Target kami tahun ini sudah selesai dan itu juga yang diharapkan oleh Komisi I, supaya dipercepat,” ungkapnya.

Di kesempatan berbeda, Kepala Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto, mengatakan uji publik RPM yang saat ini dilakukan, untuk mencegah terjadinya komplain dikemudian setelah diresmikan oleh Menteri Kominfo. "RPM ini merupakan sebuah revolusioner dari aturan lama yang banyak kelemahan. RPM ini kami rancang semata-mata untuk melindungi konsumen dan pelaku bisnis di Tanah Air," pungkas Gatot.

Seperti diketahui, saat ini Kementerian Kemenkominfo sedang melakukan uji publik Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten Pada Jaringan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel Dengan Mobilitas Terbatas.

RPM ini merupakan revisi dari Peraturan Menkominfo No.1/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa Pesan Singkat (Short Messaging Service/SMS) ke Banyak Tujuan (Broadcast).

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini