nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilham Habibie, Anak Presiden yang Pernah Jadi Sales

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 03 Desember 2012 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 12 03 56 726464 NrzlliWyJd.jpg Presdir PT Ilhabi Rekatama, Ilham Habibie sekaligus perancang Regio Prop (Foto: Runi Sari/Okezone)

JAKARTA – Sejak kecil, Ilham Habibie, putra sulung mantan Presiden Republik Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie memang memiliki kegemaran dalam dunia pesawat terbang.

Kesukaannya dalam bidang aeronautika itu tumbuh dengan sendirinya, tanpa paksaan dari siapapun, termasuk sang ayah BJ Habibie yang telah lebih dahulu menggeluti bidang serupa.

“Saya insinyur penerbangan, punya kepentingan di bidang itu. Saya memang suka, diarahkan tidak dengan sengaja (oleh BJ Habibie). Bapak cerita, saya dengar dan saya suka. Bahkan, untuk mewujudkan itu, saya ambil kuliah S3 di bidang penerbangan,” ungkap Ilham dengan penuh bangga.

Kepada Okezone, pria kelahiran Aachen, Jerman ini juga mengaku tak melulu berkecimpung dalam perancangan pesawat terbang, tetapi pernah merasakan menjadi dosen, ilmuwan dan bahkan pernah mencicipi dunia marketing.

Eits, marketing disini sedikti berbeda dari kebanyakan pada umumnya. Marketing disini membutuhkan skill khusus dengan sekolah yang juga khusus, dan itu tidak lain adalah jualan segala produk-produk pesawat terbang.

“Tetapi, marketing disini berbeda dari marketing-marketing pada umumnya. Untuk  bisa jualan pesawat itu, tidak mungkin kita bisa lakukan, apabila kita sendiri tidak bisa mengerti tentang pesawat terbang. Kita harus tahu dengan rinci, tak ada peluang bagi orang non-teknis di situ. Karena kita harus jualan ke pelanggan yang juga professional,” jelas pria yang sejak kecil hingga mengenyam gelar doktor di Jerman.

Kesukaan Ilham ini tentu mendapat dukungan penuh dari sang ayah yang juga arsitek dalam bidang pesawat. Bahkan kegemarannya ini, diharapkan keluarga bisa  menjadi penerus sang ayah yang sukses lebih dulu membuat pesawat N-250.

Pria kelahiran 16 Mei 1963 ini mengaku menyukai bidang pesawat terbang, karena dari sisi teknologi yang ada di dalamnya serta bisnis yang cakupannya tidak hanya nasional, tetapi juga internasional. “Saya suka bidang ini, karena teknologi menarik. Kedua, ini sangat internasional, kalau kita kerja satu proyek itu, ada customer dari seluruh dunia.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini