Ilmuwan Bikin Sistem Akurasi GPS Hemat Energi

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2012 12:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 12 07 56 728742 lZOTLkAaLk.jpg Ilustrasi Satelit GPS (Foto: Extremetech)

WASHINGTON - Para ilmuwan di National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) Amerika Serikat, mengembangkan sistem GPS terbaru yang menawarkan tingkat akurasi tertinggi. Teknologi ini diklaim hemat energi, sehingga tidak akan memboroskan baterai perangkat Anda.

Dilansir Arstechnica, Jumat (7/12/2012), ada dorongan dari badan pemerintah, perusahaan peralatan navigasi dan pabrik smartphone untuk mengusung akurasi tambahan. Ini guna meningkatkan kinerja jaringan satelit Global Positioning System (GPS).

Bagian dari upaya tersebut termasuk menggunakan jaringan stasiun referensi GPS-fixed untuk membangun model peningkatan data satelit orbit. Model peningkatan ini bisa digunakan untuk membantu sistem GPS memilih satelit yang tepat untuk menghubungkan dan mendapatkan perbaikan cepat.

Ilmuwan NGA asal Amerika Serikat ini membangun kelas aplikasi GPS "near-real-time" yang menjanjikan keunggulan dalam akurasi sinyal GPS. Selain itu, teknologi ini juga mendukung beberapa hal terkait pengurangan konsumsi energi sensor GPS.

NGA memasok data orbit satelit GPS pada Department of Defense dan komunitas ilmiah. Dengan demikian, mereka dapat membuat perhitungan yang lebih akruat dari data orbit satelit GPS dengan mengumpulkan data dari stasiun referensi yang lebih luas.

NGA berharap jarignan yang dihasilkan dari titik referensi GPS akan mempercepat pengumpulan data lokasi yang tepat. Selain itu, mereka juga membuat sistem GPS yang sangat akurat untuk beberapa penerima GPS.

Sistem juga meungkinkan untuk menelusuri perangkat yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun pada satu kali pengisian baterai. Pendekatan yang sama bisa digunakan untuk aplikasi komersial seperti layanan lokasi smartphone.

Tidak hanya itu, sistem juga dapat meningkatkan presisi lokasi secara dramatis serta menurunkan daya konsumsi baterai. Teknologi ini dikembangkan dengan melibatkan sistem komputasi awan (cloud).

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini