Gen Ini Ubah Karbohidrat Jadi Lemak

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 09 Desember 2012, 11:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 12 09 56 729499 uShQUOksM8.jpg Jaringan Lever Berlemak (Foto: Machineslikeus)

CALIFORNIA -  Ilmuwan asal University of Califoria baru-baru ini mengungkap temuan tentang gen yang mampu merubah karbohidrat menjadi lemak. Gen ini membantu tubuh mengonversi senyawa hidrat arang tersebut menjadi lemak untuk pengobatan yang potensial pada penderita lever, diabetes serta obesitas.

 

Dilansir Machineslikeus, Minggu (9/12/2012), para peneliti asal Amerika Serikat ini membuka mekanisme molekuler tentang bagaimana tubuh mengubah karbohidrat menjadi lemak . Sebagai bagian dari riset ini, peneliti menemukan bahwa gen dengan nama BAF60c memberi kontribusi untuk penderita lever atau steatosis.

 

Studi ini dipublikasikan secara online pada 6 Desember 2012 di jurnal Molecular Cell. Peneliti menemukan, tikus yang memiliki cacat gen BAF60c, tidak mengubah karbohidrat menjadi lemak, meskipun hewan tersebut memakan karbohidrat dalam jumlah yang tinggi.

 

“Penelitian ini memberi kami satu langkah ke depan dalam memahami penyakit lever yang dihasilkan dari konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak,” ujar Hei Sook Sul, peneliti dari University of California, Berkeley.

 

Ia mengatakan, temuan gen BAF60c kemungkinan bisa mengarah pada pengembangan pengobatan untuk jutaan warga Amerika yang mengidap penyakit lever serta penyakit yang berkaitan lainnya.

 

Berdasarkan data yang terungkap dari studi epidemiological, lebih dari tiga perempat penderita obesitas dan sepertiga dari penduduk Amerika merupakan penderita lever atau steatosis. Diet tinggi karbohidrat seperti roti, pasta, nasi, soda dan lainnya merupakan faktor risiko utama untuk penderita lever, yang ditandai oleh akumulasi lemak dalam sel lever.

 

Setelah makan, karbohidrat akan pecah menjadi glukosa, yakni sumber energi. Banyaknya glukosa ini akan disimpan di hati sebagai glikogen atau dengan bantuan insulin, mengonversi ke dalam asam lemak.

 

Kemudian, lemak itu diedarkan ke bagian tubuh lain dan disimpan di jaringan adiposa. “Membatasi konsumsi soda, kue dan biskuit adalah ide yang baik karena berbagai alasan, bahkan selama liburan,” pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini