Hindari Deportasi ke Belize, Pendiri McAfee Ingin ke AS

Andina Librianty, Jurnalis · Senin 10 Desember 2012 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 10 325 729721 hXaDKGy6wU.jpg John McAfee (Foto: Reuters)

GUATEMALA - Pendiri perusahaan antivirus McAfee, John McAfee, saat ini tengah berjuang melawan deportasi dari Guatemala ke Belize dan ingin kembali ke Amerika Serikat (AS). Pasalnya, jika ia dideportasi ke Belize maka McAfee harus menghadapi pertanyaan dari pihak berwenang Belize tentang pembunuhan tetangganya di negara negara kecil pesisir timur Amerika Tengah itu.

"Tujuan saya ialah kembali ke Amerika secepatnya. Saya berharap saya bisa bersiap-siap dan pergi ke Miami. Saya pikir saya tidak sepenuhnya memahami situasi politik, saya memalukan Pemerintah Guatemala dan saya membahayakan hubungan mereka dengan Belize," kata McAfee dari pusat imigrasi, tempay ia ditahan karena melintasi perbatasan ilegal ke Guatemala, seperti dilansir dari Reuters, Senin (10/12/2012).

Menanggapi pernyataan McAfee, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan warga AS di luar negeri tunduh pada hukum lokal. "Dalam hal ini kami hanya bisa memastikan mereka diperlakukan dengan baik," katanya.

Sebelum menyatakan keinginannya ke AS, Pemerintah Guatemala telah menanggkap McAfee dan seorang pacarnya di sebuah hotel di Guatemala City. Sepeti diketahui, mantan jutawan Silicon Valley itu saat ini sedang dicari oleh pihak berwenang Belize untuk menanyakan seputar kematian tetangganya. Menurur pihak Belize, McAfee merupakan "orang yang berkepentingan" dalam pembunuhan rekan Amerika-nya Gregory Faull, yang merupakan tetangga McAfee.

Keduanya diketahui pernah bertengkar, termasuk mengenai anjing McAfee yang sulit dikendalikan. Namun menurut pihak berwenang Belize, McAfee bukan tersangka utama dalam penyelidikan kasus pembunuhan itu.

Saat menghindari pihak Belize selama empat pekan, pengembang pernagkat lunak itu mencatat perjalanan hidupnya dalam "pelarian" di blog www.whoismcafee.com.

McAfee mengklaim pihak berwenang akan membunuhnya jika ia kembali. Dia juga membantah terlibat dalam pembunuhan Faull dan mengatakan sedang dianiaya oleh pihak yang berkuasa Belize karena menolak membayar sogokan sekira USD2 juta.

Namun Perdana Menteri Belize membantah klaim itu dan menyebut McAfee paranoid dan "gila".

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini