Sukses Esemka, Solo Techno Park Bidik Teknologi Pesawat

Bramantyo, Jurnalis · Senin 10 Desember 2012 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 10 56 729939

SOLO - Setelah sukses membuat mobil Esemka, kali ini Solo Techno Park (STP) membidik program lainnya. Bekerjasama dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Solo Techno Park membuka program pelatihan perawatan struktur badan pesawat.

Vice President  Human Capital and Corporate Affairs PT GMF AeroAsia, Harkandri M Dahler, mengatakan program pelatihan perawatan struktur badan pesawat di STP Solo, Jawa Tengah, sangat dibutuhkan di dunia penerbangan.

Apalagi setiap maskapai membutuhkan perawatan badan pesawat agar tetap bisa terbang. Saat ini kebutuhan teknisi perawatan badan pesawat mencapai 7.500 orang.

“Tetapi jumlah tersebut hingga saat ini belum bisa terpenuhi. Disatu sisi, peremajaan pesawat terus saja dilakukan tiap-tiap maskapai, termasuk Garuda Indonesia,” jelasnya seusai pembukaan angkatan pertama program pelatihan perawatan struktur badan pesawat di STP Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2012).

Menurut Harkandri, berdasarkan data dari dirjen perhubungan, jumlah pesawat dengan 100 kursi pada tahun 2011 meningkat 304 unit, sedangkan tahun 2016 diperkirakan meningkat 408 unit.

Untuk jumlah penumpang juga diperkirakan meningkat, tahun 2012 tercatat sebanyak 33,7 juta penumpang domestik atau mengalami peningkatan sebesar 19,5 persen dari tahun 2011 yang mencapai 28,2 juta penumpang.

“Perputaran uang dalam industri pesawat saat ini mencapai 850 juta dollar Amerika dan tahun 2016 diperkirakan meningkat menjadi 2 miliar dollar Amerika,” katanya.

Tanggapan Wali Kota

Sementara itu Wali Kota Solo,Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo mengatakan program pelatihan perawatan badan pesawat telah dimulai sejak tahun 2007 yang lalu dan baru terlaksana tahun 2012.

Pelatihan yang dilakukan di STP selama enam bulan dan tiga bulan selanjutnya dilakukan di Cengkareng.

“Untuk biaya pendidikan total sebesar Rp55 juta, mendapatkan bantuan dana dari PT GMF sebesar Rp 27,5 juta. Setelah lulus, siswa langsung bekerja dengan ikatan dinas selama lima tahun,” jelas Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo.

Sedangkan sisa biaya pendidikan yang dibebankan kepada siswa, bisa dibayarkan setelah mereka bekerja dengan cara mencicil. Menurut Sumadi, pembiayaan pendidikan siswa tidak mampu bisa dibantu melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini