2012, Pengguna Internet di Indonesia Tembus 63 Juta

Andina Librianty, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2012 14:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 12 12 55 731115 nQJZUYaqtb.jpg Internet Outlook 2013 (foto: Andina/Okezone)

JAKARTA - Pengguna internet terus tumbuh dari tahun ke tahun. Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2012 mencapai 63 juta orang atau penetrasinya 24,23 persen dari populasi Indonesia.

Survei itu dilakukan selama periode April hingga Juli 2012 di 42 kota dari 31 propinsi di Indonesia. Diungkapkan National Internet Registry Department Head (IDNIC) APJII Valens Riyadi, sejak 2007 hingga 2012, pengguna internet di Indonesia terus tumbuh.

Diketahui pada 2007 jumlah pengguna internet 20 juta orang, lalu meningkat menjadi 25 juta pada 2008, 30 juta pada 2009, 42 juta pada 2010, 55 juta pada 2011, hingga mencapai 63 juta tahun ini.

"Pengguna internet terus meningkat dari 2007 hingga 2012. Sejauh ini grafik pertumbuhan pengguna internet Indonesia tidak jauh berbeda dengan dunia," tutur Valens saat mempresentasikan hasil survei APJII di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

"Penetrasi internet di Indonesia rata-rata 20 hingga 30 persen dan tidak over hanya di pulau Jawa saja, tapi densitas penggunaan internetnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya lebih tinggi dibanding yang lain," lanjutnya.

Survei dengan dua ribu responden yang berusia 12 hingga 65 tahun ini juga mengungkapkan, rentang usia 20 hingga 24 tahun merupakan kelompok pengguna internet tertinggi yang mencapai 15,1 persen dari populasi.

Profil pengguna internet di Indonesia dikuasai oleh kalangan pekerja sebesar 53,3 persen, sedangkan sisanya terdiri dari pelajar 16,6 persen, Ibu rumah tangga 15,3 persen, mahasiswa 9 persen, belum bekerja 5,8 persen.

Smartphone diketahui menjadi perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet sebesar 70,1 persen, personal notebook 45,4 persen,  PC rumah 41 persen, personal netbook 5,6 persen, tablet 3,4 persen, dan sisanya yang tidak memiliki perangkat pribadi 1,3 persen.

"Kalau di negara maju mungkin banyak yang bilang tablet sudah tumbuh besar, tapi di Indonesia belum sampai ke arah sana. Bisa dilihat, sampai saat ini smartphone posisinya masih dominan untuk digunakan pengguna internet," ungkap Valens.

Survei terbaru APJII ini dilakaukan dengan metode Proportional Area Cluster Sampling. Hingga dipilih melalui pengelompokan unit populasi dalam kelompok atau area (cluster) tertentu, dengan memperhitungkan proporsi jumlah penduduk dan tingkat kepemilikan telepon rumah dan kekuatan sinyal seluler di daerah tersebut.

Dalam penerapannya, Proporsional Area cluster Sampling menggunakan data Podes Biro Pusat Statistik (BPS) dengan memilih kelurahan yang ada dalam setiap Kotamadya yang ditetapkan sebagai area cluster wilayah survei.

Jumlah sampel responden di setiap Kotamadya ditentukan secara kuota minimal 30 orang responden agar memenuhi standar minimal responden untuk setiap area sample.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini