Orang Indonesia Belum Hobi Belanja Online

Andina Librianty, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2012 16:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 12 12 55 731210 kZrEMgeqtz.jpg Internet Outlook 2013 (foto: Andina/Okezone)

JAKARTA - Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa peggunaan internet di Indonesia capai  63 juta pengguna, dari jumlah tersebut,  hanya 22,8 persen yang melakukan belanja online dalam tiga bulan terakhir pada periode April hingga Juli 2012.

Diungkapkan National Internet Registry Department Head (IDNIC) APJII Valens Riyadi, ada beberapa faktor yang menyebabkan masih rendahnya penetrasi belanja online di kalangan pengguna internet. Faktor utama ialah pengguna internet masih takut dengan maraknya penipuan yang kerap terjadi.

"Hambatan belanja online itu sebenarnya ialah mental barrier. Faktor utama itu penipuan, lalu juga karena tidak bisa melihat barang secara langsung, harga yang dianggap masih mahal, dan tidak praktis seperti belanja offline," tutur Valens saat memaparkan hasil survei APJII mengenai pengguna internet di Indonesia, di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Dari hasil survei APJII, diketahui  77,2 persen yang tidak belanja online diantaranya 34,6 persen beralasan takut terjadi penipuan, 21,5 persen tidak bisa melihat barang secara langsung, 13,8 persen menganggap harga barang mahal. Sedangkan sisanya pengguna internet beralasan antara lain belum berminat, kualitas belum terjamin, tidak tahu caranya, dan tidak praktis.

Meski aktivitas belanja online belum tinggi di Indonesia, namun Valens menegaskan bahwa bukan berarti orang Indonesia belum mengenal teknologi. "Tapi orang Indonesia itu sudah tidak gaptek (gagap teknologi), tapi hanya karena masalah mental barrier itu tadi, jadi bukan karena kendala teknis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Valens mengungkapkan bahwa meski penetrasi belanja online belum mencapai 50 persen dari pengguna internet, tapi tetap memberikan peluang bisnis bagi para pedagang offline untuk melebarkan bisnisnya ke Internet. Artinya dari 22,8 persen dari 63 juta pengguna internet, para pedagang offline bisa menggaet sekira 14 juta pengguna internet.

"22,8 persen itu angka yang tinggi dan bagus bagi para pedagang karena dari 63 juta pengguna internet, ada sekira 14 juta yang melakukan belanja online. Maka peluang pasarnya cukup besar untuk yang jualan agar go online," jelas Valens.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini