Petani Tanah Laut Rintis Penggunaan Produk Nuklir

Gesit Prayogi, Jurnalis · Senin 17 Desember 2012 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 17 56 733202 LqvY5vUlYO.jpg Petani Tanah Laut mulai gunakan teknologi Batan (Foto: Gesit/Okezone)

TANAH LAUT - Kelompok tani dari Desa Seiriam, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan resmi merintis menggunakan benih padi hasil pengembangan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

"Penggunaan benih padi Batan baru dimulai tahun 2011 dan hari ini mulai kami tanam," kata ketua panitia Gelar Teknologi Nuklit Batan dan Pelatihan Pengoperasian Rice Transplanter Hidayat Nur di Desa Seiriam, Kabupaten Tanah Laut, Senin (17/12/2012).

Kelompok tani akan menanam padi Sidenuk di 20 hektar lahan, nantinya hasil penanaman perdana ini digunakan untuk kebutuhan pembenihan di daerah tersebut.

Padi Sidenuk ditanam selama lebih kurang 103 hari. Secara rata-rata varian benih ini dapat bertahan terhadap serangan hama wereng batang coklat biotipe 1,2, dan 3. Selain itu Sidenuk tahan terhadap  penyakit hawar daun bakteri prototipe III, IV, VIII, serta penyakit tungro, dan ras blas.

"Target 3 ton per hektar akan mendapatkan 60 ton, dan nantinya  kami jadikan untuk produksi benih," paparnya.

Dalam proses penanaman benih padi Sidenuk, Hidayat mengatakan bahwa kelompok tani Desai Seiriam menggunakan metode Rice Transplanter untuk meningkatkan efektivitas penanaman.

"Alat ini dapat meningkatkan efektivitas dan menghemat tenaga dalam penanaman. Kami bisa menyelesaikan satu hektar dalam 8 jam," katanya.

Diketahui, penggunakan produk benih padi Batan -- instansi pemerintah yang ditugasi untuk melakukan penelitian dan pengembangan nuklir Tanah Air -- telah digelar di empat Kabupaten di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, untuk daerah Kalimantan Selatan, selain di sektor pertanian, Batan juga mensosialisasikan penerapan teknologi nuklir di sektor peternakan dan kesehatan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini