BRTI Akan Kaji Aturan untuk OTT

Yoga Hastyadi Widiartanto, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2012 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 18 54 733951 socad3Ilkk.jpg seminar OTT: Friend or Foe (foto: Yoga/Okezone)

JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) saat ini masih belum memiliki regulasi khusus yang mengatur pemain Over The Top (OTT). Namun demikian, menurut anggota BRTI, Fetty Fajriati Miftach, saat ini sedang dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai posisi OTT itu.

"Kami memang belum ada regulasi khusus yang langsung menyentuh OTT, karena dasarnya adalah hubungan Business to Business," ujarnya dalam seminar OTT: Friend or Foe, di Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Saat ini, lanjutnya, tim masih melakukan studi apakah OTT itu akan dimasukkan sebagai penyedia layanan atau penyedia jaringan.

Lebih jauh dia mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 yang ada saat ini menyebutkan bahwa setiap penyedia sistem elektronik untuk layanan publik, harus menyediakan data center dan disaster recovery center di Indonesia. "Termuat dalam Pasal 17, dimana aturan tersebut memuat kewajiban buat data center di sini," katanya.

Fetty menyadari bahwa aturan terkait OTT memang terlambat hadir. Alasannya mereka kekurangan sumber daya manusia yang mau dan paham mengenai bidang terkait. Dia juga mengatakan tidak bisa menjamin tenggat waktu yang dibutuhkan untuk menyusun aturan tersebut.

"Kami kekurangan orang yang ngerti lapangan dan hukum serta mengetahui dunia industri ini. Kami tak bisa bentuk timeline," tambah Fetty.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini