Mampukah Ketahanan Energi Indonesia Tercapai Tanpa PLTN

Gesit Prayogi, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2012 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 18 56 733615 O3YJYLUsDO.jpg ilustrasi

TANAH LAUT - Anggota Komisi VII DPR RI Asfihani menilai, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk membantu ketahanan energi nasional dianggap sebagai opsi terakhir.

"Masih banyak sumber energi alternatif, panas bumi, angin, dan tenaga surya misalnya," kata Asfihani yang merupakan kader dari Partai Demokrat di sela-sela acara Gelar Teknologi Nuklit Batan dan Pelatihan Pengoperasian Rice Transplanter di Desa Seiriam, Kabupaten Tanah Laut, Senin (17/12/2012) malam.

PLTN, kata Asfihani masih terlalu rentan bila diputuskan untuk dibangun, ia beralasan bahwa opini masyarakat masih menganggap nuklir berbahaya.

Sementara itu, hasil jajak pendapat yang dilakukan Batan yang bekerjasama dengan PT Andira Karya Persada pada 7 hingga 21 Oktober 2012 menemukan, 52,7 persen masyarakat Indonesia menerima pembangunan fasilitas PLTN di Tanah Air. Sedangkan 25,23 persen tidak setuju dan 22,83 persen tidak tahu.

Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2011 terjadi penurunan penerimaan pembangunan PLTN dengan 49,5 persen setuju, 35,5 persen menolak, dan 15 persen tidak tahu.

Indonesia Butuh PLTN

Anggota Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) Sutaryo Supadi beberapa waktu lalu memaparkan, konsumsi energi Tanah Air mencapai 3,2 Setara Barel Minyak (SBM) dan diproyeksikan pada tahun 2025 akan menembus 7,8 juta SBM.

"Perlu Inventarisasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan energi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang (2025)," katanya.

Bila mengandalkan sumber daya yang ada saat ini, Sutaryo memproyeksikan bahwa sumber tersebut tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. "Harus ada nuklir," tukasnya.

Untuk diketahui, sejumlah negara-negara Timur Tengah yang notabene-nya produsen minyak dunia. Mulai mengembangkan dan membangun PLTN.

Qatar telah menjalin kerjasama dengan Korea Selatan untuk membangun empat (4) fasilitas PLTN untuk memenuhi kebutuhannya. sementara, Arab Saudi berencana membangun fasilitas tersebut, meskipun belum diketahui jumlahnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini