Hadapi OTT, Operator Mesti Bergeser Jadi Kreator

Yoga Hastyadi Widiartanto, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2012 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 20 54 735037

JAKARTA - Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono berpendapat, penyelenggara jaringan saat ini sedang dalam masa perubahan dalam hal sumber pemasukannya. Menanggapi perubahan tersebut operator mestilah bergeser menjadi kreator.

"Dengan semakin banyak smartphone dan aplikasi, traffic meningkat luar biasa tapi pendapatan datar. Apa yang salah di sini?," ujar Nonot di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Dia menjelaskan, penyelenggara jaringan memperoleh uang melalui jaringan. Namun ketika internet berkembang begitu rupa, sumber uang ternyata bergeser. Dari sewa jaringan bergeser ke gadget dan aplikasinya. "Jaringan dibangun bagus yang menikmati adalah penjual gadget dan aplikasi," imbuhnya.

Berdasarkan hal itu Nonot berpendapat hal yang perlu disadari pada era internet ini adalah, penyedia gadget dan aplikasi menjadi pemain kunci. Penyedia aplikasi adalah pemain yang biasa disebut sebagai Over The Top (OTT), seperti Google atau Facebook. Mereka memiliki layanan gratis yang bisa diakses gratis melalui jaringan milik operator.

"Operator network akan selamanya menjadi operator network bila tidak melakukan perubahan," tegas Nonot.

Untuk melakukan perubahan, menurutnya, operator mesti bergeser menjadi kreator. Selain itu sebaiknya bersikap kompak dalam menghadapi pemain asing seperti OTT.

Dia mencontohkan, dalam hal kerja sama dengan BlackBerry saja, jika ada satu yang setuju dan lainnya tidak setuju akan membuat bargaining position menjadi lemah. "Seharusnya mereka bersatu untuk merencanakan partnership dengan pemain OTT global," paparnya. "Jadi intinya, mari bergeser dari operator menjadi kreator," sambung Nonot.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini