nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Titik Balik Matahari Tak Terkait Isu Kiamat 2012

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 22 Desember 2012 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 12 21 56 735654 Tz7A6ZT1AC.jpg Ilustrasi (Foto: Space)

CALIFORNIA - Tepat 21 Desember 2012, matahari mencapai titik di mana cahayanya akan bersinar lebih jauh hingga selatan khatulistiwa. Fenomena ini juga menampilkan posisi matahari di atas Tropic of Capricorn, sehingga menandai momen titik balik matahari musim dingin (winter solstice).

Dilansir Space, Jumat (21/12/2012), sejak 20 Juni, ketinggian matahari di siang hari telah merendah. Ini dikarenakan sinar matahari secara bertahap bermigrasi ke selatan. Ketinggian matahari di atas cakrawala di siang hari adalah 47 derajat lebih rendah ketimbang enam bulan lalu.

Para pengamat langit di masa lalu belum memahami mengenai migrasi matahari ini. Mereka mengira ini merupakan mesin angkasa yang mungkin dapat "pecah" suatu hari nanti.

Banyak yang mengira matahari ini akan terus menuju ke selatan dan tidak pernah kembali. Dengan demikian, fenomena tersebut pada akhirnya membuat sebagian orang "ketakutan" dan dikait-kaitkan pula dengan kiamat 2012.

Winter Solstice juga menandakan matahari tampil di siang hari di ketinggian terendah, di atas cakrawala. Di belahan Bumi selatan, ini dinamakan southern solstice (titik balik matahari bagian selatan), di mana matahari berada pada titik paling selatan di langit.

Winter Solstice biasanya terjadi di 21-22 Desember setiap tahun. Sementara summer solstice (titik balik matahari musim panas), matahari berhenti bergerak ke utara dan mulai menuju selatan.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa wilayah Bumi bagian selatan akan mengalami siang yang lebih panjang. Sebab, matahari akan terbenam lebih lambat. Sedangkan di belahan Bumi utara, wilayah tersebut akan mengalami siang terpendek dan malam terpanjang.

Sebagian besar kebudayaan memiliki selebrasi winter solstice. Misalnya di Persia, titik balik matahari ini menandai kelahiran Mithra, Raja Matahari. Sementara di 25 Desember, merupakan tanggal festival Romawi mewah, yang dinamakan Saturnalia.

Saturnalia dirayakan di sekitar waktu musim dingin. Selain itu, pada 275 Masehi, Kaisar Romawi Aurelian memperingati hari raya yang bertepatan dengan winter solstice, Die Natalis Invicti Solis.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini