Seperti Apakah Nenek Moyang Manusia?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2013 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 01 14 56 746115 muteCCGca3.jpg (Foto: Heritagedaily)

WARSAWA - Metode baru terkait menganalisis rambut dan warna mata dari sampel forensik modern, bisa digunakan oleh peneliti untuk mengidentifikasi nenek moyang manusia. Tim peneliti dari Polandia dan Belanda, mengembangkan sistem HIrisPlex untuk analisis forensik dan melibatkan DNA manusia.

Dilansir Heritagedaily, Senin (14/1/2013), studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Investigative Genetics ini, menjelaskan sistem analisis DNA HIrisPlex yang dapat merekonstruksi rambut dan warna mata dan gigi hingga usia 800 tahun. Penelitian ini juga melibatkan tokoh penting asal Polandia, Wladyslaw Sikorski (1881-1943).

Berdasarkan penelitian tersebut, terungkap mendiang Wladyslaw memiliki mata biru dan rambut yang pirang. Tim peneliti mengklaim sistem ini cukup kuat dan berhasil bekerja pada sampel yang rusak (sisa-sisa manusia seperti gigi dan tulang).

Sistem melihat di 24 polymorphisms DNA, yang bisa digunakan untuk memprediksi warna mata dan rambut. Peneliti Wojciech Branicki dari Institute of Forensic Research menjelaskan bahwa sistem bisa digunakan untuk memecahkan kontroversi sejarah.

Sistem dapat menunjukkan warna mata dan rambut seseorang, apabila yang bersangkutan tidak bisa teridentifikasi akibat hilangnya bukti seperti pudarnya warna foto atau catatan penting yang hilang. "HIrisPlex mampu mengonfirmasi bahwa Jenderal Wladyslaw Sikorski, yang wafat akibat kecelakaan pesawat di 1943 memiliki mata biru dan rambut pirang," terang Wojciech.

Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa sampel penelitian berasal dari narapidana di Perang Dunia II. "Dalam kasus ini, HIrisPlex membantu untuk menempatkan fitur fisik pada bukti DNA lainnya," pungkasnya.

Untuk sampel manusia di abad pertengahan, di mana DNA bahkan lebih rusak, sistem ini masih dapat memprediksi mata dan warna rambut. Peneliti pernah mengidentifikasi seorang wanita misterius yang dimakamkan di ruang bawah tanah Benedictine Abbey di Tyniec.

Peneliti meyakini bahwa wanita misterius tersebut hidup di abad 12-14. Berdasarkan analisis, wanita tersebut memiliki rambut pirang gelap atau cokelat dan mata cokelat.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini