Share

Ditemukan Fosil Kepiting Laba-Laba Paling Tua

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2013 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 05 56 757197 0HabbONBc2.jpg Fosil kepiting laba-laba berusia 100 juta tahun lalu (Foto: Nbcnews)

MADRID - Ilmuwan asal Spanyol mengungkap temuan fosil kepiting laba-laba (spider crabs) paling tua di dunia. Temuan ini terungkap setelah ilmuwan menemukan fosil batu karang di Spanyol bagian utara.

Dilansir Nbcnews, Selasa (5/2/2013), Ilmuwan telah menemukan sisa-sisa peninggalan dari delapan spesies krustasea baru, termasuk kepiting laba-laba raksasa paling tua di dunia. Fosil kepiting laba-laba raksasa ini diyakini berusia 100 juta tahun.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

Fosil ini ditemukan di penambangan Koskobilo beserta spesies lain, yakni krustasea decapod (berkaki sepuluh). Krustasea ini mencakup kepiting, udang dan lobster.

Dua kepiting laba-laba yang telah lama dikenal bernama Cretamaja granulata dan Koskobilius postangustus, ialah krustasea yang diyakini berusia lebih tua ketimbang dugaan sebelumnya. "Yang tertua sebelumnya berasal dari Prancis dan berusia beberapa juta tahun lebih muda," kata peneliti Adiël Klompmaker di Florida Museum of Natural History.

Ia mengungkapkan, penemuan krustasea di Spanyol ini cukup mengesankan dan mendorong kembali asal usul kepiting laba-laba melalui fosilnya. Cretamaja granulata memiliki panjang 0,6 inci (15 milimeter) dan menunjukkan ciri khas kepiting laba-laba.

Fosil terumbu karang, di mana krustasea purba itu ditemukan tampaknya telah menghilang tak lama setelah krustasea itu berkembangbiak. "Sesuatu pasti telah terjadi dalam lingkungan yang menyebabkan terumbu di area tersebut menghilang," ungkap Klompmaker.

Ia mengatakan, banyak krustasea decapod yang hidup terumbu karang, "Tidak banyak krustasea decapod yang diketahui setelah terumbu karang menghilang di area tersebut," pungkasnya.

Dengan bantuan dari tim peneliti Amerika Serikat, Belanda dan Spanyol, Klompmaker mengoleksi fosil di penambangan Koskobilo pada 2008, 2009 dan 2010. "Kami ke sana (Koskobilo) dan dalam waktu dua jam pertama, kami telah menemukan dua spesies baru,. Ini luar biasa dan ini tidak terjadi setiap hari, " ungkapnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini