TV Berbasis Android Besutan I Made Wiryana

Gesit Prayogi, Jurnalis · Senin 04 Maret 2013 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 04 55 770553 lBhFxLRzYP.jpg Dosen dan Pakar IT Univ. Gundarma I Made Wiryana (foto: Amril/Okezone)

I Made Wiryana memang tak pernah berhenti menunjukkan konsistensinya di jagad teknologi Tanah Air. Meniru salah satu produk yang dijual di pusat perdagangan elektronik yang terkenal di China, pria yang akrab  disapa Made ini tengah mengembangkan proyek televisi pintar (SmartTV) berbasis Android. 

"TV berbasis Android ini tidak berbeda jauh dengan smartTV yang ada di pasaran sekarang. Karena berbasis open source pastinya lebih mudah buat dioprek-oprek," kelakarnya beberapa waktu lalu kepada Techno Okezone.

Proyek ini memang masih digodok di pusat inkubasi Universitas Gunadarma, Made dan anak didiknya pun masih mengoprek-oprek SmartTV berbasis Android besutannya. Ia sedikit memaparkan bahwa proyek terbarunya ini memiliki fungsi televisi sekaligus internet.

"Komponennya ada prosesor dan memori, jadi selain berfungsi sebagai perangkat hiburan smartTV berbasis Android ini juga memiliki fungsi mirip komputer sama seperti smartTV yang ada di pasaran," beber suami Suami dari Ernianti Hasibuan. 

SmartTV berbasis Android yang dikembangkan Made dengan mahasiswa-mahasiswi Universitas Gunadarma ini memanfaatkan kemudahan dari sistem operasi Android. Sehingga, penggunanya dapat melakukan video conference, mengakses internet, dan Voice on Internetl Protocol (VoIP) melalui perangkat televisi mereka.

"Dengan berbasis Android maka bebas mengambangkan, selain itu harga lisensi yang terbilang dan bahkan gratis menjadi alasan utama mengapa menggunakan sistem operasi tersebut," ucap Made.  

Sayangnya ketika awak Techno Okezone datang ke fasilitas Inkubasi Gunadarma, perangkat smartTV berbasis Android, Made belum dapat menghadirkan.

Meski begitu, dengan perangkat ini, Made berharap dapat membuka jendela informasi bagi masyarakat di daerah dengan perangkat pintar dengan harga yang terjangkau. "Untuk sisi client sekarang tidak mahal. Di China sekira Rp1 juta sudah dapat," tukasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini