I Made Wiryana, Si Penjaga Situs SBY

Gesit Prayogi, Jurnalis · Senin 04 Maret 2013 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 04 55 770569 xxtNHrDDMB.jpg I Made Wiryana meperlihatkan sejumlah karya-karyanya (Foto: Amril/Okezone)

Aksi deface yang menyerang situs presidensby.info oleh salah satu peretas (hacker) masih menjadi berita yang cukup hangat kala Techno Okezone bertemu dengan I Made Wiryana beberapa waktu yang lalu. Kebetulan, ia merupakan salah satu pihak dibalik lahirnya situs orang nomor satu di Indonesia ini. 

"Saya baru saja dari istana. Kebetulan saja ada kasus pengalihan DNS, jadi juga dibicarakan waktu itu," terangnya. 

2005 lalu, pria yang akrab disapa Made itu diminta untuk menggarap sebuah situs pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam tempo yang cukup singkat akhirnya dibentuklah tim. "Saya masih di Jerman waktu itu, dan ketika kelar saya menghadap ke istana," ceritanya. 

Waktu itu, juru bicara presiden Andi Malarangeng memberikan sejumlah masukan dari konsep awal situs SBY. Tak perlu waktu lama bagi Made merampungkan 'proyek cyber' orang nomor satu itu dan singkat cerita pada 2006 situs yang beralamat presidensby.info resmi online.

Pada awal peluncurannya, sejumlah pihak pun mempertanyakan anggaran pembuatan situs tersebut. Ada yang menilai, anggaran untuk membuat situs SBY terlalu mahal. 

"Waktu itu banyak yang bilang kalau terlalu mahal. Untuk membangun situs itu cuma memakan biaya Rp80 juta, itu juga sudah termasuk sewa enam hingga tujuh server," paparnya. 

Tujuh tahun menjadi 'penjaga' situs SBY, 11 Januari 2013 lalu suami dari Ernianti Hasibuan yang memang rutin ke istana untuk membahas situs presidensby.info. 

Kali ini ada yang berbeda. Ya, belum lama situs SBY di-deface dan sejumlah media pun ramai mengangkat isu tersebut. Sudah barang tentu pada saat itu, sejumlah pihak mempertanyakan keamanan dari presidensby.info. "Itu bukannya diretas, cuma dialihkan DNS-nya," katanya meluruskan. 

Hal yang dialami situs SBY merupakan kejadian yang lumrah katanya. Mengingat, situs yang menggunakan domain .go.id, .ac.id, atau .info memang lebih rentan terhadap aksi pengalihan DNS. Pasalnya penyedia domain itu berada di luar Indonesia.

"Kalo ada masalah, cukup calling penyedia domain aja yang di Kanada, beres," terangnya. 

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini